
KANTOR Kepresidenan Korea Selatan memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataan Presiden Lee Jae Myung mengenai kemungkinan pengerahan pasukan ke kawasan konflik Timur Tengah. Seoul menegaskan tetap membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.
Pada Sabtu (19/9), pihak kepresidenan menyatakan bahwa komitmen Presiden Lee untuk tidak melibatkan Korea Selatan dalam perang bukan berarti menolak permintaan Presiden AS Donald Trump. Seoul tetap mempertimbangkan kontribusi strategis di kawasan tersebut tanpa harus terlibat dalam konflik bersenjata secara langsung.
Mengutip laporan kantor berita Yonhap, seorang pejabat kepresidenan mengungkapkan bahwa Lee tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan Washington.
“Lee tidak menolak permintaan Trump agar Korea Selatan bekerja sama dalam persoalan terkait Timur Tengah dalam konferensi pers kemarin,” ujar pejabat tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sebelumnya, Presiden Lee Jae Myung menegaskan prinsip pemerintahannya untuk tidak mengerahkan pasukan dalam bentuk apa pun yang dapat memicu keterlibatan langsung dalam pertempuran. Hal ini sempat menimbulkan spekulasi mengenai keretakan koordinasi keamanan antara Seoul dan Washington.
Saat ini, pemerintah Korea Selatan tengah mempelajari sejumlah langkah konkret untuk berkontribusi menjaga keamanan kawasan melalui koordinasi internasional. Fokus utama Seoul adalah mencari bentuk dukungan yang sejalan dengan prinsip non-intervensi militer dalam perang, namun tetap efektif menjaga stabilitas pelayaran.
Klarifikasi ini muncul di tengah tekanan kuat dari Washington agar sekutunya ikut mengamankan Selat Hormuz. Jalur ini sangat krusial bagi Korea Selatan karena menjadi urat nadi transportasi energi dan pengiriman minyak mentah yang menopang perekonomian nasional.
Ketegangan di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran dan aktivitas kelompok Houthi di Selat Bab el-Mandeb, meningkatkan kekhawatiran global terhadap keamanan jalur pelayaran. Seoul kini ditantang untuk menyeimbangkan loyalitas aliansi dengan AS dan prinsip perdamaian domestik. (Anadolu/Z-10)
