
BERAS merah kerap menjadi pilihan bagi orang yang ingin memperhatikan asupan makanan. Di balik warna merahnya, jenis beras ini menyimpan berbagai senyawa bioaktif yang membuatnya berbeda dari beras biasa.
Sejumlah penelitian bahkan menemukan kandungan antioksidan, serat, protein, hingga vitamin E di dalam beras merah.
Beras merah yang dimaksud dalam penelitian tersebut merupakan beras merah, yakni beras dengan warna merah pada lapisan luarnya akibat keberadaan pigmen dan senyawa fenolik.
Lantas, apa saja kandungan yang membuat beras merah menarik untuk dikonsumsi?
1. Kaya Antioksidan
Dikutip dari penelitian Food Chemistry, delapan varietas beras merah tradisional dari Sri Lanka menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi. Peneliti mengaitkannya dengan keberadaan senyawa fenolik dan proanthocyanidin di dalam beras.
2. Mengandung Proanthocyanidin
Proanthocyanidin merupakan kelompok polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Berdasarkan laporan penelitian tersebut, senyawa ini ditemukan pada varietas beras merah yang diuji, sementara tidak ditemukan pada tiga varietas pembanding yang berwarna cokelat muda.
3. Sumber Serat
Beras merah juga dapat menjadi salah satu sumber serat dalam menu sehari-hari. Berdasarkan informasi yang dikutip dari penelitian Food Chemistry, sebagian besar varietas beras merah yang dianalisis memiliki kandungan serat lebih tinggi dibandingkan varietas pembanding.
4. Mengandung Vitamin E
Dilansir dari penelitian yang diterbitkan di Food Chemistry dalam Science Alert, beras merah mengandung vitamin E dalam bentuk tokoferol dan tokotrienol. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan menjadi bagian dari komponen bioaktif dalam beras merah.
5. Memiliki Kandungan Protein
Selain karbohidrat, beras merah juga menyediakan protein. Penelitian terhadap varietas tradisional menunjukkan adanya perbedaan kandungan protein dan komposisi asam amino antarvarietas, sehingga nilai gizinya tidak selalu sama.
6. Kaya Senyawa Fenolik
Berdasarkan laporan penelitian Food Chemistry dalam Science Alert, beras merah komersial mengandung sejumlah senyawa fenolik, seperti katekin, asam protokatekuat, dan asam kafeat. Senyawa-senyawa tersebut berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan.
7. Memiliki Senyawa Bioaktif
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecules pada 2024 menemukan berbagai senyawa bioaktif pada beras merah. Dikutip dari National Institutes of Health (NIH), penelitian tersebut mengidentifikasi kandungan flavan-3-ol serta menguji aktivitas antioksidan dan beberapa aktivitas biologis lainnya.
8. Menyediakan Beragam Zat Gizi
Dilansir dari penelitian yang sama, beras merah mengandung karbohidrat, protein, lemak, asam lemak tak jenuh, serta tokoferol. Kandungan tersebut membuatnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam.
Meski memiliki berbagai kandungan tersebut, manfaat beras merah tidak bisa disamaratakan pada semua jenis atau varietas. Kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif dapat berbeda berdasarkan varietas dan kondisi pengolahannya. Karena itu, beras merah lebih tepat dipandang sebagai salah satu pilihan pangan bergizi dalam pola makan seimbang. (Elisa Rosalind/E-4)
