Ibas Minta Santri Kuasai AI dan Teknologi, tapi Jangan Kehilangan Adab
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengajak para santri di seluruh Indonesia untuk berani menguasai ilmu pengetahuan, bahasa asing, serta teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tanpa mengikis fondasi iman dan adab. Hal tersebut disampaikan Ibas dalam pidatonyo pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026) di Ponorogo, Jawa Timur.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu menekankan pentingnya pembentukan karakter manusia yang utuh di tengah pesatnya perubahan teknologi digital.

“Semakin canggih teknologi, semakin kita membutuhkan adab. Semakin cepat informasi, semakin kita membutuhkan hikmah. Dan semakin pintar artificial intelligence, semakin kita membutuhkan manusia yang berkarakter,” ujar Ibas melalui keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

Ibas mengingatkan Generasi Z dan Generasi Alpha agar tidak gagap menghadapi disrupsi digital, namun juga tidak membiarkan diri dikendalikan oleh algoritma media sosial.

“Kuasai teknologi, jangan diperbudak teknologi. Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, bukan sekadar mengejar perhatian. Algoritma boleh menentukan apa yang kita lihat, tetapi jangan biarkan algoritma menentukan siapa diri kita,” tegasnya.

Memasuki Abad Kedua Gontor

Memasuki usia satu abad perjalanan Gontor yang didirikan oleh Trimurti (KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fannanie, dan KH Imam Zarkasyi) sejak 20 September 1926, Ibas menilai tantangan pendidikan Islam di masa depan justru kian kompleks.

Ia menegaskan bahwa Indonesia sangat membutuhkan sosok-sosok pemuda terpelajar yang menguasai kemajuan zaman namun memegang teguh integritas moral.

“Indonesia tidak hanya membutuhkan orang pintar. Indonesia membutuhkan orang pintar yang bisa dipercaya. 100 tahun pertama adalah sejarah, 100 tahun berikutnya adalah tanggung jawab,” pungkasnya.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *