
OPERASI pengangkatan bangkai Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Virgo Transport 8 di Laut Jawa dijadwalkan mulai bergulir dalam kurun waktu satu hingga dua hari ke depan, menunggu kondisi cuaca bersahabat. Seluruh perangkat teknis dan personel diklaim telah berada pada posisi siaga penuh.
Juru Bicara Owner KMP Virgo Transport 8, Simson Fransiscus Riki, menjelaskan bahwa proyeksi waktu tersebut merupakan estimasi internal yang disesuaikan dengan dinamika alam di lapangan. Sementara itu, dari sisi kesiapan operasional, seluruh sarana pendukung telah siap diterjunkan.
“Dengan catatan alam mendukung, tim kami sudah siap, peralatan sudah siap. Kami tidak menunggu waktu lama lagi. Kemudian, kami juga sudah berkoordinasi dengan Basarnas, mereka juga sudah siap,” ujarnya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (18/9).
Kendati demikian, pihak manajemen belum membeberkan secara detail spesifikasi teknis maupun jenis alat berat yang dikerahkan untuk mengevakuasi bangkai kapal. Fokus utama saat ini tetap diselaraskan dengan proses pencarian korban.
Di samping itu, manajemen KMP Virgo memastikan komitmen penuh terhadap pemenuhan hak-hak seluruh penumpang, baik korban selamat maupun yang meninggal dunia akibat insiden nahas tersebut.
Sebagai pengingat, KMP Virgo Transport 8 bertolak dari Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026 dengan mengangkut 243 jiwa di dalam manifes.
Di tengah pelayaran, armada tersebut diterjang cuaca ekstrem hingga kehilangan kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita, sebelum akhirnya ditemukan dalam posisi terbalik di perairan Masalembu, Laut Jawa.
Berdasarkan data terkini hingga hari kelima operasi SAR pada Kamis (17/9) pukul 22.00 Wita, Basarnas mencatat total 108 korban ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk mencari 129 korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan. (Ant/E-4)
