Lewis Hamilton Dukung Macklemore usai Dicoret dari Tur Ed Sheeran karena Bela Palestina
Lewis Hamilton dari tim Mercedes sebelum sesi latihan menjelang Grand Prix Formula 1 Arab Saudi di Jeddah, Arab Saudi, pada 7 Maret 2024.(akub Porzycki/Anadolu Agency)

PEMBALAP Formula 1 Lewis Hamilton menyatakan dukungan kepada penyanyi rap Macklemore setelah musikus tersebut dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di Amerika Serikat karena menyampaikan pernyataan pro-Palestina.

Juara dunia Formula 1 tujuh kali menyampaikan dukungan itu melalui unggahan Macklemore di Instagram. “Terima kasih telah menggunakan suaramu. Aku berdiri bersamamu,” tulis Hamilton.

Macklemore dicoret dari sejumlah jadwal tur setelah menyampaikan pernyataan pro-Palestina saat tampil di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September.

Promotor tur, Messina Touring Group, mengatakan sejumlah venue pada jadwal berikutnya tidak akan menggelar konser jika Macklemore masuk dalam daftar penampil.

Ed Sheeran kemudian menegaskan bahwa pencoretan Macklemore dari Loop Tour-nya bukanlah keputusannya. “Macklemore dikeluarkan dari tur merupakan keputusan promotor, bukan keputusan saya,” kata Sheeran.

Sheeran juga mengatakan dirinya memiliki pandangan pribadi mengenai perang tersebut. Namun, ia memilih tidak menyampaikannya secara terbuka.

“Saya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik yang sangat menyedihkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan publik, bukan berarti saya tidak memiliki pandangan dan bukan berarti saya tidak peduli,” ujarnya.

Macklemore sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap Palestina dalam penampilannya di MetLife Stadium. Pernyataan tersebut kemudian berujung pada pencoretannya dari sisa jadwal tur.

Keputusan itu juga mendapat respons dari musisi lain. Beberapa penampil pendukung memilih mundur dari tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.

Mereka antara lain Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe.

Finneas menyatakan dukungannya kepada Macklemore. “Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk membela kelompok yang tertindas,” tulis Finneas. (The Mirror/Miiddle East Monitor/B-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *