
KELOMPOK Houthi yang didukung Iran mengeklaim telah menembak jatuh jet tempur milik Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi pada Rabu (16/9). Insiden ini terjadi di tengah laporan Riyadh mengenai pencegatan serangan pesawat tak berawak (drone) di dekat kota suci Mekah, eskalasi yang mengancam stabilitas di Timur Tengah.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan melalui Telegram bahwa jet tempur F-15 Saudi tersebut dijatuhkan di wilayah udara Yaman menggunakan rudal buatan Houthi. Meski klaim ini belum diverifikasi secara independen, gambar-gambar yang diunggah oleh media Iran menunjukkan lokasi kecelakaan yang tampak seperti puing-puing jet F-15 Saudi, dengan pejuang Houthi berdiri di atas reruntuhan tersebut.
Ancaman di Dekat Kota Suci Mekah
Di sisi lain, militer Arab Saudi mengonfirmasi telah menembak jatuh sebuah drone Houthi di luar kota Mekah pada Selasa (15/9). Juru bicara koalisi pimpinan Saudi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, menyatakan bahwa drone tersebut dihancurkan di selatan kota setelah memasuki wilayah udara terlarang.
Al-Maliki menegaskan bahwa serangan tersebut sengaja diarahkan ke Mekah, situs paling suci bagi umat Islam. “Ini hanya bisa digambarkan sebagai tindakan memalukan, upaya untuk menargetkan tempat kelahiran wahyu dan tujuan jutaan Muslim dari seluruh dunia,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa tindakan ini merupakan provokasi yang disengaja terhadap perasaan umat Islam.
Pihak Houthi membantah tuduhan bahwa mereka menargetkan Mekah, meskipun mereka pernah dituduh melakukan hal serupa pada tahun 2017.
Risiko Eskalasi Regional
Serangan terhadap Mekah berpotensi memicu kemarahan luas di dunia Muslim dan dapat mengaktifkan perjanjian pertahanan bersama Mekah yang ditandatangani oleh Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bulan lalu. Perjanjian tersebut menetapkan bahwa setiap tindakan agresi terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.
Namun, hingga saat ini, pakta tersebut belum memicu respons militer nyata dari Turki maupun Pakistan, meskipun Saudi terus menghadapi serangan intensif. Selama akhir pekan, kelompok Houthi melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut wilayah kunci di Yaman dan melakukan serangan drone yang merusak pipa minyak penting East-West milik Riyadh.
Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan, pihak Riyadh belum memberikan komentar resmi terkait klaim jatuhnya jet tempur F-15. Namun ketegangan di perbatasan dan wilayah udara Arab Saudi terus dipantau secara ketat. (New York Post/I-2)
