Basarnas akan Tarik KM Virgo Transport 8 ke Perairan Dangkal
Basarnas mengupayakan evakuasi korban Kapal Virgo dengan membawa kapal tersebut ke perairan dangkal(Dok.Metro TV)

MEMASUKI hari ke empat, Rabu (16/9) Badan SAR Nasional (Basarnas) berkoordinasi dengan unsur terkait seperti TNI AL tentang kemungkinan opsi penanganan teknis SAR jika kondisi cuaca buruk terus berlangsung. Basarnas mengupayakan kapal Virgo Transport 8 agar tenggelam penuh dan diam di dasar laut yang relatif dangkal (kedalaman sekitar 30 meter) hingga penarikan bangkai kapal ke area perairan yang lebih dangkal. Kapal Virgo kini berada di posisi terbalik.

“Untuk mempercepat proses SAR kita tengah mempertimbangkan beberapa langkah strategis dengan membalikkan kapal kembali ke posisi semula, menenggelamkan atau menarik kapal ke perairan lebih dangkal,” ungkap Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Selasa (15/9) malam di posko Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Ia memastikan upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap 129 penumpang korban tenggelamnya kapal Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, terus dilakukan.

Syafii menjelaskan bahwa opsi-opsi tersebut tengah dipertimbangkan menyusul operasi pencarian bawah air (underwater operation) yang rencananya melibatkan Kopaska TNI AL, tim penyelam khusus TNI AL, dan Basarnas, serta KRI Kanopus terpaksa ditunda akibat kondisi cuaca ekstrem. Disamping cuaca, terjadinya pergeseran posisi titik letak (datum) kapal KM Virgo Transport 8 dari lokasi awal dalam keadaan terbalik juga menjadi kendala operasi SAR di lapangan.

“Posisi kapal yang bergeser artinya bahwa masih ada sekat-sekat atau ruang-ruang kosong di dalam kapal, sehingga memungkinkan kapal ini masih bisa bergeser melayang,” ungkap Syafii. Sementara upaya menembus ruang udara (air pocket) di dalam kapal berisiko tinggi bagi keselamatan penyelam akibat potensi perubahan tekanan udara yang drastis secara mendadak.

Pada bagian lain, Dwi perwakilan perusahaan pemilik kapal KM Virgo Transport 8 dalam keterangan persnya di Posko DVI Mabes Polri di RS Bayangkara Banjarmasin, menegaskan pihaknya akan bertanggungjawab memenuhi hak-hak korban dan mendukung penuh upaya SAR di lapangan. Wakil Menteri Perhubungan, Suntana mengatakan pihak berwenang telah memeriksa pemilik dan manajemen perusahaan kapal untuk pengusutan kasus ini.

Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak dan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa pada Minggu (13/9), dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Informasi dihimpun dari sejumlah penumpang selamat, kapal yang mengangkut barang dan penumpang sebanyak 243 orang tersebut tenggelam setelah dihantam badai pada dini hari sekitar pukul 02.00 wita saat sebagian besar penumpang tertidur. Kapal Virgo tiba-tiba miring, tenggelam dan terbalik membuat banyak penumpang tidak sempat menyelamatkan diri dan diduga terjebak di dalam kapal. (H-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *