Java United FC Andalkan Sembilan Pemain Asing Hadapi Super League 2026/2027
Java United FC mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.(MI.Akhmad Safuan)

JAVA United FC mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Super League 2026/2027 yang mulai bergulir pada 6 September mendatang. Tim berjuluk Laskar Kepodang Emas itu menyiapkan 27 pemain, termasuk sembilan pemain asing, untuk menghadapi persaingan musim ini.

Pada laga perdana, Java United FC dijadwalkan menghadapi tim promosi Garudayaksa FC di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (6/9), pukul 15.30 WIB. Tim kini fokus memantapkan kesiapan di seluruh lini demi meraih hasil maksimal pada pertandingan pembuka.

Salah satu kekuatan utama Java United FC adalah komposisi pemain asing yang didominasi pemain asal Brasil. Mereka adalah Jorge Meurer, Gustavo Franca, Jonata Machado, Vico Duarte, Kaio Nunes, David da Silva, dan Ciro Alves. Selain itu, Java United juga diperkuat Christian Gomis dari Prancis serta Kei Hirose dari Jepang.

Tim juga mempertahankan sejumlah pemain lokal dari musim sebelumnya, di antaranya Yakob Sayuri, Yance Sayuri, Iksan Lestaluhu, Riyan Ardiansyah, Tri Setiawan, Ridho Syuhada, dan Frets Butuan. Sejumlah pemain baru turut direkrut untuk memperkuat kedalaman skuad.

Pelatih Java United FC Fabio Lefundes mengatakan dua penyerang asal Brasil, David da Silva dan Ciro Alves, akan menjadi bagian penting dalam skema permainan tim. Namun, ia menegaskan Java United tidak akan bergantung sepenuhnya kepada dua pemain tersebut.

David da Silva tampil produktif pada musim lalu dengan mencetak 23 gol dan lima assist dari 33 pertandingan. Catatan itu mengantarkannya menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi. Sementara Ciro Alves membukukan 11 gol dan lima assist dari 31 pertandingan.

“Kita berharap Ciro Alves dan David da Silva tetap tajam dalam pertandingan hingga mampu membantu tim tampil maksimal,” kata Fabio Lefundes.

Menurut dia, ketatnya persaingan Super League menuntut seluruh pemain memberikan kontribusi. Karena itu, Java United memiliki sejumlah pemain lain yang juga diproyeksikan menjadi kekuatan tim.

Fabio menyebut Yakob Sayuri sebagai salah satu pemain yang memiliki potensi besar. Musim lalu, Yakob mencetak delapan gol dan enam assist dari 27 pertandingan.

Ia berharap pengalaman David da Silva dan Ciro Alves yang telah lama bermain di kompetisi sepak bola Indonesia dapat memberikan pengaruh positif kepada pemain lain.

“Kami punya banyak pemain berkualitas. Pengalaman pemain senior tentu penting untuk membantu pemain lain berkembang dan membuat tim semakin kuat,” ujarnya.

Target Tinggi

Fabio mengaku optimistis menghadapi kompetisi musim baru. Ia menilai persiapan tim sejauh ini berjalan lancar dan masa pramusim dimanfaatkan untuk membangun pemahaman antarpemain, baik dari sisi teknis maupun taktikal.

Pelatih asal Brasil itu juga berharap Java United mendapat dukungan penuh dari masyarakat Jawa Tengah setelah memindahkan markas ke Semarang.

“Materi pemain yang berkualitas membuat tim ini diharapkan bisa berbicara banyak pada musim ini,” kata Fabio.

Menurut dia, proses adaptasi pemain berjalan positif selama pramusim. Tim memiliki waktu untuk membangun komunikasi dan memahami karakter permainan masing-masing.

“Kami bisa saling mengenal lebih dalam. Pramusim berjalan baik dan lancar sehingga ekspektasi kami cukup tinggi,” tambah mantan pelatih Borneo FC tersebut.

Fabio menegaskan dirinya tidak ingin terbebani dengan perubahan identitas maupun kepindahan markas klub. Menurut dia, perubahan tersebut merupakan kebijakan manajemen, sedangkan tugasnya sebagai pelatih adalah mempersiapkan tim agar mampu tampil maksimal.

Bangun Klub Profesional

Sementara itu, Presiden Klub Java United FC Sofyan Lestaluhu mengatakan kepindahan markas dan perubahan identitas klub menjadi bagian dari upaya membangun klub profesional di Jawa Tengah.

Ia mengaku senang dengan sambutan masyarakat terhadap kehadiran Java United FC di Semarang. Klub berharap dapat ikut mendorong perkembangan sepak bola di Jawa Tengah melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas sepak bola, serta pelaku industri olahraga.

Sofyan menegaskan kehadiran Java United FC tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau mengambil posisi klub lain yang telah lebih dulu memiliki sejarah dan basis pendukung di Jawa Tengah.

“Java United FC hadir tidak untuk menggantikan, menggeser, atau mengambil alih tempat klub mana pun,” tutur Sofyan.

Menurut dia, setiap klub memiliki sejarah, identitas, dan pendukung yang dibangun melalui perjalanan panjang. Karena itu, Java United FC menghormati keberadaan seluruh klub dan berharap dapat menjalin kolaborasi untuk memajukan sepak bola nasional.

“Masing-masing klub memiliki sejarah dan identitasnya sendiri. Kita ingin bersama-sama membangun semangat persaudaraan untuk memajukan sepak bola Indonesia,” katanya.

Dengan komposisi sembilan pemain asing, perpaduan pemain berpengalaman dan talenta lokal, Java United FC berharap mampu tampil kompetitif dalam Super League 2026/2027 sekaligus membangun basis baru di Jawa Tengah. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *