
MIKROPLASTIK yang selama ini dikenal sebagai persoalan lingkungan ternyata juga menjadi perhatian dalam dunia kesehatan. Partikel plastik berukuran sangat kecil ini dapat masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, hingga udara yang dihirup.
Ulasan ilmiah yang tersedia di National Library of Medicine (NLM) membahas potensi dampak paparan mikroplastik sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak.
Ada di Tubuh Manusia
Mikroplastik bukan lagi sekadar ditemukan di laut atau makanan. Sejumlah penelitian yang dirangkum dalam ulasan tersebut menunjukkan keberadaan partikel ini pada berbagai sampel biologis manusia.
Kondisi tersebut membuat para peneliti mulai mempertanyakan dampaknya, terutama jika paparan terjadi pada masa kehamilan.
Bisa Mencapai Plasenta
Salah satu temuan yang paling menarik perhatian adalah ditemukannya mikroplastik pada jaringan plasenta manusia.
Plasenta memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan janin. Karena itu, keberadaan partikel asing di jaringan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan dampaknya terhadap perkembangan bayi.
Janin Berpotensi Terpapar
Jika mikroplastik dapat mencapai plasenta, muncul kemungkinan partikel berukuran sangat kecil tersebut berinteraksi dengan lingkungan tempat janin berkembang.
Penelitian eksperimental yang dirangkum NLM menunjukkan paparan mikroplastik selama kehamilan berpotensi berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Namun, sebagian bukti tersebut masih berasal dari penelitian pada hewan sehingga belum dapat langsung disamakan dengan kondisi manusia.
Apa Dampaknya bagi Perkembangan Bayi?
Para peneliti menyoroti beberapa mekanisme yang mungkin terlibat, seperti stres oksidatif, peradangan, gangguan hormon, dan perubahan epigenetik.
Dalam penelitian pada hewan, paparan mikroplastik juga dikaitkan dengan perubahan pada sejumlah sistem tubuh, termasuk sistem saraf, metabolisme, reproduksi, dan kekebalan.
Paparan tidak Berhenti Setelah Lahir
Perhatian terhadap mikroplastik juga berlanjut setelah bayi lahir. Ulasan tersebut mencatat adanya penelitian yang menemukan mikroplastik pada sampel ASI.
Selain itu, bayi dapat bersentuhan dengan plastik dari berbagai sumber sehari-hari, seperti botol, kemasan makanan, mainan, debu, dan udara dalam ruangan.
Haruskah Ibu Hamil Panik?
Belum tentu. Temuan ini memang menunjukkan adanya potensi risiko, tetapi penelitian mengenai dampak langsung mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih terus berkembang.
Para peneliti menilai studi dengan jumlah peserta lebih besar masih diperlukan untuk mengetahui seberapa besar paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari benar-benar memengaruhi ibu dan anak.
Kurangi Paparan dari Hal Sederhana
Meski belum ada kesimpulan bahwa paparan mikroplastik pasti menyebabkan gangguan pada janin, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan tidak sembarangan memanaskan makanan dalam wadah plastik dapat menjadi langkah sederhana.
Pada akhirnya, mikroplastik menjadi pengingat bahwa persoalan sampah plastik bukan hanya soal lingkungan. Partikel yang sangat kecil tersebut juga mulai menjadi perhatian karena kemungkinan dampaknya terhadap kesehatan sejak awal kehidupan.
Sumber: National Library of Medicine (NLM)
