
OPERASI katarak umumnya dilakukan untuk mengembalikan kejernihan penglihatan yang terganggu akibat lensa mata keruh. Meski termasuk prosedur yang banyak dilakukan, hasil setelah operasi tetap perlu diperhatikan. Pasalnya, perubahan pada penglihatan atau kondisi mata setelah tindakan operasi katarak membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Berikut tanda masalah setelah operasi katarak
- Penglihatan tak Kunjung Membaik
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penglihatan yang tetap buram atau tidak menunjukkan perbaikan seperti yang diharapkan setelah masa pemulihan.
Pada sebagian pasien, penglihatan memang belum langsung jernih karena mata membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun, jika gangguan penglihatan terus berlangsung atau justru semakin memburuk, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian dari proses pemulihan biasa.
Pemeriksaan ke dokter mata diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Gangguan penglihatan setelah operasi bisa berkaitan dengan berbagai kondisi, sehingga tidak tepat jika langsung menyimpulkan bahwa operasi mengalami kegagalan.
- Mata Terasa Nyeri dan Semakin Merah
Rasa tidak nyaman ringan dapat muncul setelah operasi katarak. Namun, nyeri yang cukup berat, mata semakin merah, atau kondisi yang justru memburuk perlu mendapat perhatian.
Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya komplikasi setelah operasi. Karena itu, pasien sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mata apabila mengalami perubahan yang tidak biasa pada kondisi matanya.
Penurunan penglihatan secara tiba-tiba setelah operasi merupakan kondisi yang tidak boleh diabaikan. Terlebih jika disertai munculnya kilatan cahaya, banyak bayangan seperti bintik atau benang yang bergerak, maupun sensasi seperti ada tirai yang menutupi pandangan. Gejala semacam ini membutuhkan pemeriksaan segera karena dapat berkaitan dengan masalah pada bagian dalam mata.
Kapan Harus Segera Cek ke Dokter?
Pasien sebaiknya segera mencari pertolongan medis apabila setelah operasi mengalami nyeri berat, kemerahan yang semakin parah, penglihatan tiba-tiba menurun, keluar cairan dari mata, atau muncul gangguan penglihatan yang sebelumnya tidak ada. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang dokter menentukan penanganan yang sesuai. (H-4)
