
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) agar tidak berada dekat bibir pantai dan masuk ke gedung dengan retak pascagempa.
Bahwa prioritas BNPB saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan tentu mencegah korban tambahan akibat gempa tsunami maupun gempa susulan dan bahaya ikutan.
“Kami menyampaikan masyarakat tetap tenang. Tadi apalagi BMKG sudah menyampaikan bahwa peringatan tsunami sudah dicabut. Namun kami menghimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini sebelum nanti benar-benar nanti ada peringatan lain dari BMKG. Dan juga kami menyampaikan himbauan agar masyarakat jangan dulu memasuki gedung, terutama gedung-gedung yang sudah retak karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan,” imbau Berton dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (15/8).
BNPB tetap memantau dan melakukan integrasi informasi dengan BMKG, BPBD, pemerintah daerah serta unsur terkait untuk mendapatkan gambaran dampak yang perlu kami verifikasi.
“Hingga saat ini kaji cepat sudah dilakukan sehingga jumlah korban, kerusakan dan kondisi fasilitas kesehatan maupun gedung-gedung yang lain akan disampaikan,” katanya.
Berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, BMKG menyatakan tidak terdapat lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.
Meski demikian, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.
Hingga saat ini, kondisi masyarakat di Kota Bima secara umum kondusif, sementara pendataan dan verifikasi lapangan masih dilakukan. Di Kabupaten Nagekeo, NTT petugas masih melakukan penanganan situasi, dengan kondisi jalan dilaporkan mengalami kemacetan dan aliran listrik masih padam.
Gempabumi dengan kekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. (H-2)
