Operasi Water Bombing Karhutla Bromo Dihentikan Akibat Cuaca
Water bombing untuk padamkan karhutla di Bromo(MI/Faishol )

OPERASI pemadaman  pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo dengan water bombing terpaksa dihentikan lebih awal akibat faktor cuaca di lokasi yang tidak mendukung.

“Hari ini (13/8)  operasi water bombing dari helikopter yang kita siapkan, dihentikan lebih awal dari jadual, faktor cuaca sangat tidak mendukung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Subroto di Surabaya, Kamis (13/8). 

Meski dihentikan, kata dia, tim gabungan terus mematangkan strategi untuk memaksimalkan golden time untuk pemadaman karhutla di Bromo pada pagi Jumat (14/8)  pagi. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan efektivitas pemadaman sebelum kondisi cuaca dan angin berubah drastis di siang hari.

Gatot menjelaskan koordinasi antar unsur akan diperketat dengan melibatkan tim helikopter, operator drone, tim Meteorologi hingga personel darat. 

“Selain itu, jadwal serta pola penerbangan drone di sekitar area terdampak wajib diinformasikan secara akurat sebelum operasi dimulai guna menjamin keselamatan penerbangan helikopter pemadam,” katanya.

Mengenai luas terdampak kebakaran di Bromo, Gatot mengatakan kini telah mencapai ± 1.120,3 Hektare. Angka ini masih bersifat dinamis seiring dengan proses pemetaan dan pendataan ulang di lapangan.

Vegetasi alami kawasan Bromo yang terdampak, sambung dia, meliputi Pohon Cemara Gunung, Mentigen, Akasi dan Semak belukar. Sedangkan korban jiwa selama pemadaman berlangsung BPBD nihil. Upaya pengendalian api, tegasnya, terus dilakukan secara masif melalui koordinasi intensif BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Lumajang. BMKG pun ada untuk memantau arah angin dan dinamika cuaca.

Ia mengatakan tim gabungan menyisir seluruh area terbakar di Bromo yang dapat dijangkau menggunakan metode manual dan mekanis, meliputi penggunaan gepyok, power sprayer gendong (blower sprayer), unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar), unit kendaraan taktis Komodo, serta mobil tangki air untuk pembasahan. Operasi Udara (Water Bombing) melibatkan tiga unit helikopter dikerahkan ke titik target prioritas hari ini (area Seruni Bromo serta Bukit Kingkong/Bukit Cinta), yang terdiri dari 2 Unit Helikopter BNPB: Tipe PK-DAN dan PK-DBM dan 1 Unit Helikopter Pemprov Jatim: Tipe PK-DAP. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *