Pemadaman Karhutla Bromo Dikebut, Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca
Foto udara kebakaran hutan di Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (10/8/2026).(ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

PEMERINTAH terus mengebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Langkah pemadaman oleh tim gabungan menunjukkan hasil signifikan dengan menyisakan dua titik api dari semula 34 titik.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan hal tersebut saat meninjau dan memimpin langsung rapat koordinasi penanganan karhutla di kawasan Bromo.

“Memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Sebelumnya sudah mencapai 34 titik, sekarang tinggal dua titik api seperti yang bisa kita lihat di belakang,” ujar Pratikno dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8).

Kehadiran Menko PMK di lokasi merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto guna memastikan penanganan karhutla di Bromo maupun wilayah lain berjalan cepat agar ekosistem dan aktivitas masyarakat berangsur pulih.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang sangat serius terhadap kebakaran di Bromo dan daerah-daerah lain. Oleh karena itu, kita semua harus bekerja keras. Target waktunya pemadaman harus dilakukan secepat-cepatnya,” tegas Pratikno.

Guna memuluskan proses pemadaman, pemerintah tidak hanya mengandalkan jalur darat secara manual, tetapi juga menyiapkan taktik penanganan udara melalui operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG.

“BMKG dan BNPB terus mendeteksi potensi awan dalam beberapa hari ke depan. Jika potensinya mencukupi, BNPB sudah mempersiapkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca. Jadi, kita bukan hanya memadamkan sisa api, tapi juga membasahi kawasan untuk mencegah kebakaran berikutnya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK turut mengingatkan pentingnya peran aktif, kemandirian, serta kesiapsiagaan seluruh kepala daerah di Indonesia. Imbauan ini disuarakan mengingat ancaman bencana hidrometeorologi basah dan kering yang berpotensi terjadi secara bersamaan di berbagai daerah.

“Oleh karena itu, saya harapkan para kepala daerah dan pimpinan daerah, TNI dan Polri, semuanya bergerak cepat memadamkan potensi kebakaran sekaligus mencegah terjadinya bencana sejak dini,” pungkas Pratikno. (Ant/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *