BPBD Tasikmalaya Pasok Air Bersih 257 Ribu Liter untuk Warga di 19 Kecamatan
BPBD Kabupaten Tasikmalaya mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih.(MI/KRISTIADI)

KEKERINGAN dan krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya sampai saat ini sudah memsok air bersih mencapai 257.000 liter untuk 5.980 kepala keluarga atau 30.021 jiwa di 86 desa yang tersebar di 19 Kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengatakan, musim kemarau telah menyebabkan banyak sumur mengering. Permintan air bersih pun semakin meluas.

“Selama masa siaga darurat bencana yang ditetapkan hingga September, BPBD memasok air bersih bersama TNI, Polri, Perumda Tirta Sukapura, Arta Galunggung, Dinsos, PMI, dan Paguyuban Tionghoa kepada 86 Desa tersebar 19 Kecamatan. Krisis air bersih di wilayah ini terjadi akibat kerusakan lingkungan, debit air menurun dan perubahan iklim. Selain itu, belum ada program SPAM dan Pamsimas,” ujarnya, Minggu (9/8).

Menurut dia, musim kemarau telah membuat banyak warga di pelosok mengalami krisis air bersih karena sumur yang mereka gali mengering. Mereka membutuhkan pasokan air untuk untuk masak, minum, mandi, cuci pakaian, kakus dan lainnya.

BPBD berkomitmen memasok air ke berbagai wilayah sesuai permintaan masyarakat.

“Pasokan masih bisa dilaksanakan. BPBD mendapat pasokan air bersih dari Perumda Tirta Sukapura Tasikmalaya yang siap melayani setiap waktu,” katanya.

Sementara itu, Sobirin, warga Kecamatan Manonjaya mengatakan, musim kemarau yang terjadi sejak April menyebabkan krisis air bersih di wilayahnya. Banyak warga terpaksa membeli air isi ulang seharga Rp15 ribu per galon.

“Kami berharap semoga Agustus ini turun hujan karena kondisi lahan pertanian sudah banyak gagal tanam dan gagal panen,” tambahnya.

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *