Dokter Paru: Cuaca Panas Ekstrem Tingkatkan Risiko ISPA
ilustrasi(Antara)

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan masyarakat mengenai dampak fenomena El Nino dan cuaca panas ekstrem yang dapat meningkatkan risiko penyakit menular, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI tersebut menyarankan agar masyarakat memperkuat benteng pertahanan tubuh melalui pola hidup sehat. “Status kesehatan dan daya tahan tubuh yang baik akan membentengi kita terhadap berbagai kemungkinan penyakit, termasuk ISPA,” ujar Tjandra saat dihubungi di Jakarta, Minggu (9/8).

Tips Menjaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem

Untuk menghadapi cuaca panas yang berlebihan, Tjandra menekankan pentingnya menjaga kebugaran melalui tiga pilar utama: konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik yang teratur, dan istirahat yang cukup. Selain itu, kecukupan asupan air minum menjadi hal krusial untuk mencegah dehidrasi.

Menurutnya, cuaca panas tidak hanya memicu dehidrasi pada tubuh secara umum, tetapi juga berdampak langsung pada saluran pernapasan. Kondisi saluran napas yang terganggu akibat panas inilah yang kemudian meningkatkan kerentanan seseorang terhadap serangan ISPA.

Rekomendasi Tindakan:

  • Batasi aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem dan polusi udara tinggi.
  • Segera tangani keluhan pernapasan seperti batuk, sakit dada, atau demam.
  • Gunakan obat penghilang gejala untuk keluhan ringan dan pastikan istirahat cukup.
  • Konsultasi ke petugas kesehatan jika gejala tidak kunjung membaik.

Kontribusi Masyarakat dan Peran Pemerintah

Tjandra juga mengimbau warga untuk tidak memperburuk kualitas udara dengan menambah polutan. Ia meminta masyarakat menghindari kebiasaan merokok, tidak menggunakan kendaraan bermotor yang mengeluarkan asap hitam, serta tidak membakar sampah di lingkungan terbuka.

Di sisi lain, ia mendorong pemerintah, khususnya di wilayah DKI Jakarta, untuk segera melakukan langkah antisipasi. Hal ini mencakup penyiapan pelayanan kesehatan yang memadai di berbagai tingkatan agar mudah diakses oleh masyarakat.

“Pemerintah perlu menyiapkan sarana diagnostik dan obat-obatan yang lengkap. Jika terdapat kasus yang memerlukan rawat inap, rumah sakit juga harus sudah siap untuk penanganannya,” pungkas Tjandra. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *