
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan kebutuhan investasi untuk merealisasikan program transisi energi mencapai sekitar Rp1.140 triliun. Sumber pendanaannya diharapkan dari anggaran pemerintah, perbankan, dan investasi swasta.
Salah satu tonggak transisi energi adalah target penambahan kapasitas pembangkit listrik 100 gigawatt dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kontribusi PLTS pada sektor energi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi, sekaligus mencapai target net zero emissions (NZE).
“Kebutuhan transisi energi bukanlah semata sebagai respons jangka pendek terhadap gejolak geopolitik global, termasuk konflik yang saat ini masih terjadi di Timur Tengah. Transisi energi merupakan kebutuhan strategis jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi, menjaga daya saing ekonomi nasional sekaligus melindungi Indonesia dari dampak krisis iklim,” kata Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno saat menyampaikan pidato kunci dalam forum Ekoniklim 2026 yang digelar Climate Policy Initiative (CPI) di Jakarta, Selasa (28/7).
Pada sesi dikupas, transisi energi telah menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional dan bukan hanya sekadar agenda mitigasi perubahan iklim. Namun, dibutuhkan kebijakan yang mampu menciptakan iklim investasi yang menarik untuk mendukung percepatan transisi energi.
Tantangan yang harus dihadapi percepatan transisi energi adalah subsidi energi fosil yang masih cukup besar sehingga kurang mendukung daya saing energi baru terbarukan (EBT), belum berjalannya implementasi pajak karbon, serta belum optimalnya pengembangan pasar karbon nasional.
Harus dipahami juga bahwa dukungan APBN juga tidak bisa diharapkan karena sempitnya ruang gerak dan fokus pada program-program pemerintah tertentu saja. Kondisi diperberat dengan risiko geopolitik dan penguatan kurs dolar AS.
Diskusi mennyepakati sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan sangat dibutuhkan agar target transisi energi tercapai sehingga bisa menggulirkan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi.(X-6)
