PLTA Didorong Jadi Pilar Utama Transisi Energi dan Keandalan Sistem Kelistrikan Nasional
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Air Putih di Bengkulu(ANTARA)

MASYARAKAT Energi Terbarukan Indonesia (METI) bersama Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) sukses menggelar Indonesia Hydropower Summit 2026 di Auditorium PT PLN (Persero), Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Forum strategis yang didukung PT PLN (Persero) dan Danantara Indonesia ini mempertemukan regulator, akademisi, hingga pelaku industri untuk mempercepat pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission 2060.

Plt. Ketua Umum METI, Norman Ginting, menegaskan bahwa potensi energi air Indonesia yang melebihi 95 GW merupakan modal besar yang harus dioptimalkan guna menopang stabilitas kelistrikan nasional.

“Hydropower memiliki keunggulan sebagai sumber energi bersih yang andal, mampu menopang stabilitas sistem kelistrikan, serta menjadi pasangan ideal bagi pengembangan pembangkit surya dan angin,” ujar Norman.

Dalam sesi pemaparan, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, menjelaskan bahwa berdasarkan RUPTL 2025–2034, pembangkit hidro diproyeksikan berkontribusi sebesar 11,7 GW dari total penambahan kapasitas EBT sebesar 69,5 GW.

Suroso menambahkan, hingga pertengahan tahun 2026, PLN telah mengeksekusi sekitar 10,6 GW proyek hydropower atau setara 66 persen dari target RUPTL, termasuk melalui inisiatif GIGA ONE Hydro sebesar 7 GW di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“PLTA memiliki berbagai keunggulan strategis, antara lain mampu beroperasi sebagai base load dengan faktor kapasitas tinggi, emisi rendah, serta umur operasi yang panjang sehingga menjadi aset energi berkelanjutan,” terang Suroso.

Dukungan Infrastruktur Bendungan dan Ekosistem Riset

Dari sisi infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air terpadu agar bendungan berfungsi multi-manfaat, tidak hanya untuk irigasi dan air baku, tetapi juga penyediaan PLTA, pumped storage, hingga PLTS terapung.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyatakan kesiapannya memperkuat ekosistem riset nasional dan mencetak SDM unggul guna mendukung hilirisasi teknologi energi bersih di tanah air. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *