
MEMDOAKAN kedua orangtua merupakan salah satu bentuk bakti tertinggi (birrul walidain) yang bisa dilakukan oleh seorang anak, baik ketika orangtua masih hidup maupun setelah mereka tiada. Salah satu doa yang paling populer dan sering dipraktikkan yaitu permohonan ampunan dan kasih sayang Allah SWT bagi ayah dan ibu.
Namun, dalam praktiknya, terdapat perbedaan redaksi doa yang perlu diperhatikan berdasarkan kondisi saat kita berdoa. Apakah kita sedang berdoa sendirian (munfarid) atau sedang memimpin doa dalam jamaah (imam)? Perubahan kata ganti (dhomir) dalam bahasa Arab menjadi penting agar makna doa tetap tepat dan mencakup seluruh jamaah yang mengaminkan.
Jika Anda sedang berdoa secara pribadi setelah salat atau di waktu-waktu mustajab lain, redaksi yang digunakan ialah bentuk tunggal (menggunakan kata ganti aku).
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Latin: Allaahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orangtuaku. Kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihani dan membimbingku di waktu masih kecil.”
Variasi lain yang juga sering dibaca adalah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Latin: Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.
2. Doa untuk Orangtua Bersama Saudara Kandung (Jamak Terbatas)
Kondisi kedua ialah ketika Anda menjadi imam salat atau pemimpin doa yang jemaahnya terdiri dari saudara-saudara kandung (satu ayah dan satu ibu). Dalam kondisi ini, kata ganti aku (li) berubah menjadi kami (lana), tetapi objek orangtuanya tetap sama.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صَغِيرًا
Latin: Allaahummaghfirlanaa dzunuubanaa waliwaalidainaa warhamhumaa kamaa robbayana shaghiiraa.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orangtua kami. Kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihani dan membimbing kami di waktu masih kecil.”
3. Doa untuk Orangtua saat Menjadi Imam Umum (Jamak Luas)
Kondisi ketiga adalah saat Anda memimpin doa di hadapan jemaah yang luas, misalnya orang sekampung atau jemaah keluarga besar yang di dalamnya terdapat ayah, ibu, istri, anak, dan saudara lain. Karena orangtua dari setiap jamaah berbeda-beda, redaksinya berubah menjadi lebih umum.
Baca juga: Bacaan Doa untuk Kedua Orangtua yang sudah Meninggal
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا
Latin: Allaahummaghfirlanaa waliwaalidainaa warhamhum kamaa rabbaunaa shighaaraa.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah kami dan orangtua kami serta rahmatilah mereka semua sebagaimana mereka telah mendidik kami di waktu kecil.”
Perubahan dari warhamhuma (dua orang) menjadi warhamhum (mereka banyak) digunakan untuk mencakup seluruh orangtua dari para jamaah yang hadir.
Baca juga: Ayat-Ayat Al-Quran tentang Kemuliaan Ibu sebagai Orangtua
Tabel Perubahan Redaksi Doa
| Kondisi Berdoa | Kata Ganti (Dhomir) | Potongan Redaksi Utama |
|---|---|---|
| Sendirian (Tunggal) | Aku (Ana) | …li waliwalidaya… |
| Bersama Saudara (Jamak) | Kami (Nahnu) | …lana waliwalidaina… |
| Imam Umum (Jamak Luas) | Kami & Mereka | …warhamhum kama robbauna… |
- Ikhlas: Mendoakan dengan ketulusan hati tanpa mengharap pujian orang lain.
- Memulai dengan Hamdalah dan Shalawat: Sebagaimana dicontohkan dalam pembukaan doa (Bismillah, Alhamdulillah, Wassalatu wassalamu ‘ala Rasulillah).
- Merendahkan Suara: Berdoa dengan penuh kekhusyukan dan suara yang lembut (tadharru’).
- Yakin Dikabulkan: Memiliki sangka baik (husnuzan) bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Bolehkah mendoakan orangtua dengan bahasa Indonesia?
Boleh, Allah Maha Mengetahui segala bahasa. Namun, menggunakan doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an atau hadis (dalam bahasa Arab) memiliki keutamaan tersendiri.
2. Kapan waktu terbaik mendoakan orangtua?
Di antara azan dan iqamah, saat sujud terakhir dalam salat, setelah salat fardu, dan di sepertiga malam terakhir.
3. Apakah doa anak tetap sampai jika orangtua sudah meninggal?
Ya, berdasarkan hadis riwayat Muslim, doa anak yang saleh adalah salah satu amalan yang pahalanya tidak terputus bagi orangtua yang sudah wafat.
Baca juga: 37 Surat Juz Amma Juz 30 dengan Bahasa Arab, Latin, Terjemahan
4. Mengapa redaksi doa harus berubah saat berjamaah?
Agar imam tidak hanya mendoakan dirinya sendiri, tetapi juga menyertakan seluruh jamaah dalam permohonan ampunan tersebut.
5. Apa makna Kamaa Rabbayanii Shaghiiraa?
Maknanya adalah permohonan agar Allah menyayangi orangtua dengan kualitas kasih sayang yang luar biasa, sebagaimana orangtua memberikan segalanya saat kita masih lemah dan kecil.
Semoga dengan memahami perbedaan redaksi ini, doa-doa yang kita panjatkan untuk orangtua menjadi lebih sempurna dan dikabulkan oleh Allah SWT. Amin ya Rabbal Alamin. (I-2)
Baca juga: Sayyidul Istighfar untuk Banyak Orang Arab, Latin, dan Terjemahan Lengkap
