
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa peran pengusaha tak lagi sekadar menopang sektor riil, tetapi juga wajib menjadi garda terdepan dalam menciptakan ekosistem media sosial yang sehat.
Menurutnya, ruang digital yang kondusif merupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan politik nasional, menjadi sebuah faktor yang selama ini kerap diabaikan, padahal dampaknya langsung terasa hingga ke lini paling bawah.
Di tengah gempuran informasi yang kian tidak terkendali, Sufmi Dasco Ahmad menyoroti tanggung jawab besar dunia usaha dalam membentengi iklim digital Indonesia.
Dalam sambutannya di hadapan para pelaku usaha pada pembukaan Rapat Kerja Rakoordinasi Nasional Apindo, di Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8), ia menekankan bahwa perusahaan tidak hanya dituntut produktif secara bisnis, tetapi juga aktif mengedukasi karyawan tentang penggunaan media sosial yang bijak.
“Para pengusaha yang memiliki banyak tenaga kerja juga bisa memberikan contoh bagaimana kita bermedia sosial yang sehat,” ujar Dasco.
Ia menambahkan bahwa salah satu ancaman terbesar terhadap stabilitas ekonomi dan politik saat ini justru berasal dari kondisi media sosial yang tidak sehat, di mana hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi kerap menggoyang kepercayaan publik.
Melalui langkah edukasi internal, Dasco optimistis perusahaan mampu menciptakan ruang digital yang lebih kondusif.
Upaya ini dinilai strategis karena dapat menekan penyebaran informasi yang berpotensi memicu keresahan sosial, sekaligus menjaga iklim usaha tetap aman dan prediktif.
Namun, ajakan tersebut bukan satu-satunya pesan yang dibawa Dasco. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyusun regulasi ketenagakerjaan yang adil.
Pemerintah, DPR, pengusaha, dan serikat pekerja, menurutnya, telah berkomitmen untuk melahirkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, sebuah produk hukum yang tidak memihak satu golongan, melainkan dirancang bersama untuk kepentingan seluruh rakyat.
“Kita sudah bertekad bahwa pemerintah, DPR, pengusaha, dan serikat pekerja akan bersama-sama melahirkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Tentunya undang-undang yang menjadi milik semua pihak, bukan hanya milik salah satu pihak, sehingga benar-benar sehat dan bermanfaat bagi kita semua,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Dasco menyampaikan optimisme tinggi terhadap peran strategis dunia usaha sebagai lokomotif kemajuan Indonesia.
Ia berjanji DPR akan terus mendorong iklim usaha yang kondusif, karena keyakinannya sederhana namun kuat. “Pengusaha yang kuat akan membuat Indonesia semakin maju,” tutupnya. (LN/E-4)
