
PEDULI permasalahan sampah, tim pengabdian masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) melangsungkan program FIA Untuk Desa (FUNDES) 2026 di Desa Sukajaya, Sukabumi. Selama Jumat-Senin (24-27 Juli 2026).
Pada kegiatan tersebut,BEM FIA UI mengajak masyarakat mengurai persoalan sampah rumah tangga melalui sosialisasi pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah berbasis komunitas dan penyediaan komposter aerob.
Sebagai desa yang berlokasi di perbatasan kota, Sukajaya menyimpan tantangan lingkungan berupa isu sampah yang tak kunjung selesai selama sepuluh tahun. Kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke lahan terbuka dan selokan masih terjadi di pemukiman padat penduduk tersebut. Minimnya sarana serta belum terbangunnya kesadaran kolektif turut berkontribusi.
Yustela, selaku Ketua Penggerak PKK Sukajaya, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga. “Manusia lekat dengan sampah sejak dari lahir hingga akhir hayat, bagaimana mungkin sesuatu yang menjadi bagian dari diri kita justru dianggap sebagai tanggung jawab orang lain?”, ungkapnya.
Melalui kegiatan pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah, tim FIA UI yang beranggotakan 35 orang mengedukasi masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah dapur agar lebih bermanfaat. Para mahasiswa juga mendorong elemen kunci desa, mulai dari Ketua RW, Karang Taruna, hingga pengurus PKK untuk menjadi kader lingkungan yang mendampingi warga dalam memilah dan mengolah sampah.
Tak hanya itu, tim FIA UI juga menyeduakan sarana pengolahan sampah berupa komposter aerob sederhana sebanyak 45 unit yang tersebar di beberapa titik. Alat ini berguna sebagai wadah pengolahan sampah menjadi pupuk organik padat dan cair.
Masyarakat diajarkan cara pemanfaatannya, mulai dari rasio sampah, penggunaan cairan pengurai, hinggan cara mengatasi masalah dalam proses pengelolaannya. Langkah ini dipadukan dengan pembagian bibit tanaman melalui gerakan “Dari Dapur Untuk Dapur”; pupuk komposter digunakan untuk memupuk tanaman yang hasilnya dapat dikonsumsi kembali.
Selain itu, tim FIA UI juga mengadakan kegiatan selingan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak dalam pengelolaan sampah berupa pembuatan gantungan kunci dari limbah tutup botol. Harapannya, kegiatan ini mampu mengasah kreativitas anak-anak dan menanamkan pemahaman bahwa sampah dapat menjadi lebih bernilai.
Keberlanjutan Program
Dalam keterangannya kepada Media Indonesia hari ini,Luthfiansyah, selaku Ketua Pelaksana dari BEM FIA UI, menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi kunci dari keberlanjutan program ini. “Keberhasilan dari program kerja ini tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Besar harapan kami, edukasi dan fasilitas yang dihadirkan bersama ini dapat terus dirawat, sehingga mampu melahirkan kemandirian lingkungan yang manfaatnya dirasakan oleh warga Desa Sukajaya,” ujarnya.
Ketua RW 03 selaku penerima manfaat mengungkapkan edukasi pemilahan sampah berjalan lancar dan membawa dampak pemahaman baru bagi warga. “Sebagian masyarakat yang tadinya belum paham menjadi lebih paham. Bahkan ada permintaan dari warga untuk memantau kembali hasilnya untuk tindak lanjut berikutnya,” ungkapnya. Selain itu, Heriyanto, Ketua RW 04, juga mengungkapkan terima kasih,“Banyak warga yang menyampaikan langsung maupun via WA bahwa program ini sangat membantu”, tuturnya.
Di akhir kegiatan, Deden selaku Kades Sukajaya turut mengapresiasi tim FIA UI, “Kami berterima kasih karena sudah mendapat ilmu dan wawasan untuk warga kami, walaupun singkat tetapi bermakna.Kami berharap agar kolaborasi ini berlanjut di masa mendatang,” pungkas Deden. (H-2)
