
DIABETES merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi. Kondisi ini akibat tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Pada tahap awal, gejala diabetes sering kali berkembang secara perlahan sehingga banyak orang tidak menyadari kondisinya. Padahal, mengenali tanda-tanda sejak dini dapat membantu penderita memperoleh penanganan lebih cepat dan mencegah komplikasi serius.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat sejumlah gejala awal diabetes yang perlu diwaspadai, terutama bila muncul lebih dari satu secara bersamaan.
Gejala pertama adalah sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Kondisi ini terjadi karena ginjal berusaha membuang kelebihan gula melalui urine. Kedua, penderita biasanya mengalami rasa haus yang berlebihan akibat tubuh kehilangan banyak cairan.
Gejala berikutnya adalah sering merasa lapar, meskipun sudah makan. Hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi secara optimal. Selain itu, banyak penderita juga mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, terutama pada diabetes tipe 1.
Tanda lainnya adalah mudah merasa lelah. Ketika sel tubuh tidak memperoleh energi yang cukup dari glukosa, tubuh akan terasa lemas meski aktivitas tidak terlalu berat. Gejala ini sering disertai dengan penglihatan kabur, karena kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi lensa mata.
Diabetes juga dapat menyebabkan luka sulit sembuh. Tingginya kadar gula darah mengganggu sirkulasi darah dan proses penyembuhan jaringan sehingga luka kecil sekalipun membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko infeksi.
Selain itu, penderita dapat mengalami kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki akibat kerusakan saraf yang dipicu kadar gula darah tinggi. Gejala ini lebih sering ditemukan pada diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama.
CDC juga menyebutkan bahwa kulit menjadi lebih kering atau gatal dapat menjadi salah satu tanda diabetes. Sebagian penderita bahkan mengalami area kulit yang lebih gelap dan terasa lebih tebal, terutama di leher, ketiak, atau selangkangan. Kondisi yang disebut acanthosis nigricans ini sering dikaitkan dengan resistensi insulin.
Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah infeksi yang sering kambuh, seperti infeksi kulit, infeksi saluran kemih, atau infeksi jamur.
Tingginya kadar gula darah dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi.
Mayo Clinic menambahkan tidak semua penderita mengalami seluruh gejala tersebut.
Bahkan, sebagian orang baru mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau ketika telah muncul komplikasi. Karena itu, orang dengan faktor risiko seperti obesitas, riwayat keluarga diabetes, kurang aktivitas fisik, atau berusia di atas 45 tahun disarankan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala.
Penerapan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah maupun mengendalikan diabetes. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta membatasi konsumsi makanan tinggi gula dapat membantu menurunkan risiko penyakit ini.
Mengenali gejala sejak dini menjadi kunci agar diabetes dapat segera ditangani. Jika mengalami beberapa tanda tersebut secara bersamaan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (Centers for Disease Control and Prevention (CDC)/Z-2)
