Uji Coba Awal Sukses, Obat HIV VH499 Buka Peluang Terapi Suntik Jangka Panjang
Ilustrasi(magnifik)

HARAPAN baru dalam pengobatan HIV datang dari perusahaan biofarmasi ViiV Healthcare. Perusahaan tersebut mengumumkan bahwa kandidat obat HIV jenis baru bernama VH499 berhasil menyelesaikan uji coba fase 1 atau uji pertama pada manusia dengan hasil yang dinilai menjanjikan. 

Obat ini dikembangkan sebagai terapi suntik kerja panjang yang berpotensi diberikan hanya dua kali dalam setahun, sehingga dapat mengurangi kebutuhan konsumsi obat harian bagi pasien HIV.

Hasil penelitian dipresentasikan dalam Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections (CROI) 2026 di Denver, Amerika Serikat. Uji klinis fase 1 dilakukan pada orang dewasa yang tidak hidup dengan HIV untuk mengevaluasi keamanan, tolerabilitas, serta karakteristik obat setelah diberikan melalui suntikan intramuskular (IM) maupun subkutan (SC). 

Menurut ViiV Healthcare, kedua metode pemberian tersebut mampu mempertahankan kadar obat dalam tubuh selama periode yang panjang, sehingga mendukung potensi interval dosis hingga enam bulan.

Menargetkan Lapisan Pelindung Virus HIV

Berbeda dari kebanyakan terapi HIV, VH499 bekerja sebagai capsid inhibitor, yaitu obat yang menargetkan kapsid atau lapisan protein pelindung virus yang berperan penting dalam proses infeksi dan replikasi. 

Dengan menghambat fungsi kapsid, virus menjadi lebih sulit berkembang biak, sehingga pendekatan ini dinilai berpotensi menjadi pilihan terapi HIV baru, terutama jika dikombinasikan dengan obat antiretroviral kerja panjang lainnya.

Hasil Awal Dinilai Menjanjikan

Pada uji klinis fase 1, VH499 umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh peserta, dengan efek samping yang sebagian besar berupa reaksi ringan dan sementara di area suntikan tanpa ditemukan masalah keamanan serius. 

Selain itu, obat memiliki waktu paruh yang panjang sehingga kadar obat tetap stabil selama berbulan-bulan, mendukung pengembangannya sebagai terapi HIV suntik dengan interval pemberian hingga enam bulan atau dua kali setahun.

Masih Memerlukan Uji Klinis Lanjutan

Meski hasil awal memberikan harapan, VH499 masih berada pada tahap pengembangan dan belum tersedia untuk penggunaan umum. ViiV Healthcare menyatakan bahwa obat ini akan memasuki uji klinis fase 2b (CINERGY) yang direncanakan dimulai pada paruh kedua 2026 untuk mengevaluasi efektivitas, keamanan, serta dosis optimal pada orang yang hidup dengan HIV.

Kepala Riset dan Pengembangan ViiV Healthcare, Kimberly Smith, mengatakan perusahaan berkomitmen mengembangkan terapi HIV kerja panjang yang membuat pengobatan menjadi lebih sederhana dan tidak lagi menjadi aktivitas harian bagi pasien.

Menurutnya, hasil awal VH499 menunjukkan potensi besar untuk menjadi bagian dari generasi baru terapi HIV dengan interval pemberian yang jauh lebih lama.

Berpotensi Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan

Terapi HIV dengan interval suntikan yang lebih panjang dinilai dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Selama ini, sebagian besar terapi antiretroviral harus dikonsumsi setiap hari, sehingga sebagian pasien mengalami kesulitan mempertahankan kepatuhan dalam jangka panjang.

Apabila seluruh tahapan uji klinis berhasil dan mendapat persetujuan regulator, VH499 berpotensi menjadi salah satu pilihan terapi HIV generasi baru yang lebih praktis sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup orang yang hidup dengan HIV melalui frekuensi pengobatan yang lebih jarang.

Sumber: ViiV Healthcare



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *