Timothy Astandu Cetak Rekor MURI, Jadi Orang Indonesia Pertama yang Mengunjungi Negara Berdaulat Terbanyak
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SEBUAH rekor baru dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) tercipta, Timothy Astandu berhasil menjadi orang Indonesia pertama yang mengunjungi negara berdaulat terbanyak. Alumni University of Oxford dan University of Cambridge ini berhasil mengunjungi 197 negara dan wilayah di dunia yang kedaulatannya diakui oleh PBB.

Bagi Timothy Penghargaan MURI ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah pembuktian bahwa paspor Indonesia tidak selemah narasi yang beredar, justru memiliki keunggulan yang jarang disadari banyak masyarakat.

“Pencapaian saya menjadi bukti bahwa paspor Indonesia tidak lemah. Kalau tujuannya adalah ke negara-negara maju, memang benar pemegang paspor Indonesia lebih sulit. Tapi paspor Indonesia bisa digunakan untuk mengunjungi semua negara. Itu blessing in disguise. Tidak ada negara yang secara khusus memblokir Indonesia,” ujar Timothy dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (2/8).

Penghargaan MURI pun diserahkan langsung oleh Jaya Suprana, selaku pendiri MURI pada hari Kamis, (16/7), di Gedung Jaya Suprana Institute, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Timothy menerima penghargaan ini didampingi oleh istri dan ibundanya.

Pria yang juga CEO sekaligus Co-Founder Populix itu mengaku telah memulai menjelajah dunia sejak usia 1 tahun, dengan negara pertama yang dikunjungi adalah Jerman dan negara ke-197 yang dia kunjungi adalah Brasil pada Mei 2026 lalu. Dia pun mengenang bahwa dari total perjalanannya menjelajah dunia, 87 negara dikunjunginya bersama sang ibunda.

“Secara khusus saya mengajak ibu saya untuk menerima penghargaan dari MURI. Karena beliau-lah yang telah menurunkan hobi menjelajah ini, dimulai dari kunjungan ke negara Jerman saat saya berusia satu tahun. Sayangnya, karena usia dan kesehatan, Ibu saya berhenti setelah mencapai negara ke-87, dan saya yang berhasil melanjutkan semangatnya menuntaskan seluruh negara di dunia,” sebut Timothy.

Dalam perjalanannya keliling dunia, Timothy telah berbincang dan bertukar informasi dengan beraneka ragam manusia dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Ia selalu menemukan perspektif berbeda di sela obrolan sederhana, yang sering kali, mengungkap realitas berbeda dengan asumsi dan stereotip yang ada. 

Hal inilah yang menginspirasinya untuk mendirikan Populix (layanan riset) dengan harapan suara-suara dan perspektif lain ini dapat didengarkan secara akurat, tanpa asumsi. Nama Populix sendiri diambil dari bahasa Latin “vox populi”, yang secara harfiah berarti suara rakyat dan dapat diartikan sebagai opini atau pandangan yang dianut oleh sebagian besar masyarakat.

Tidak ingin berhenti sampai di sini, Timothy pun mencanangkan rekor-rekor lainnya, dia mengatakan kalau target capaian selanjutnya adalah menuntaskan perjalanan ke seluruh provinsi di Indonesia dan menjadi orang Indonesia pertama yang menaiki 200 merek maskapai penerbangan di dunia. 

“Saat ini saya masih kurang mengunjungi 6 provinsi di Indonesia, khususnya di Papua yang beberapa waktu lalu mengalami pemekaran. Selain itu, saya juga masih perlu menaiki sekitar 8 maskapai lagi. Harapannya kedua capaian tersebut bisa saya tuntaskan di akhir tahun nanti,” pungkas Timothy.  (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *