
MENTERI Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar memimpin puluhan ribu jemaah dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8). Kegiatan ini digelar sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Menag menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir karena agenda kenegaraan. Nasaruddin menegaskan bahwa zikir bersama ini merupakan ikhtiar spiritual untuk memperkuat persatuan sekaligus mensyukuri anugerah kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia.
“Malam ini kita berkumpul untuk berzikir dan berdoa dalam rangka meneguhkan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan,” ujar Nasaruddin di hadapan massa yang memadati silang Monas sejak sore hari.
Menag menilai kondisi sosial dan politik nasional saat ini sangat kondusif, yang menjadi modal besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat peradaban dunia. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan keyakinan sebagai wujud cinta kepada tanah air.
“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga memaparkan peningkatan signifikan pada Indeks Kerukunan Umat Beragama yang mencapai 77,89 pada 2025, naik dari 76,47 di tahun sebelumnya. Angka ini tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, mendekati target nasional 78,25 pada 2029. Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga mengalami kenaikan menjadi 84,20.
Kementerian Agama turut melaporkan dukungan terhadap program prioritas pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), cek kesehatan gratis bagi santri, hingga pengembangan kurikulum berbasis cinta dan eko-teologi di lingkungan madrasah dan pesantren.
Menutup rangkaian acara, Menag mengajak masyarakat menjadikan doa sebagai kekuatan dalam membangun bangsa. “Dengan zikir kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi,” pungkasnya. (Z-10)
