Benarkah Cacar Air Hanya Terjadi Sekali Seumur Hidup? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi(magnifik)

BANYAK orang percaya bahwa cacar air hanya bisa menyerang sekali seumur hidup. Anggapan ini memang ada benarnya, tetapi tidak sepenuhnya tepat. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus penyebabnya ternyata tidak benar-benar hilang dari tubuh. Virus tersebut dapat “bersembunyi” selama bertahun-tahun dan muncul kembali dalam bentuk penyakit yang berbeda, yaitu herpes zoster atau cacar ular.

Menurut tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam PubMed Central (PMC), kemampuan virus Varicella-zoster untuk tetap berada di dalam tubuh merupakan salah satu karakteristik unik dari keluarga virus herpes. Inilah alasan mengapa infeksi virus ini tidak sesederhana penyakit yang selesai setelah ruam menghilang.

Apa Itu Virus Varicella-zoster?

Varicella-zoster virus (VZV) adalah virus yang menyebabkan dua penyakit berbeda. Infeksi pertama kali memicu cacar air (varicella), yang umumnya ditandai dengan demam dan ruam berisi cairan yang terasa gatal. Setelah tubuh berhasil melawan infeksi tersebut, virus tidak ikut lenyap.

Menurut kajian dalam PubMed Central (PMC), virus akan berpindah ke jaringan saraf dan memasuki fase laten atau “tidur”. Pada fase ini, virus tidak menyebabkan gejala apa pun, tetapi tetap hidup di dalam tubuh selama bertahun-tahun, bahkan seumur hidup.

Benarkah Cacar Air Hanya Terjadi Sekali?

Pada sebagian besar orang dengan sistem kekebalan tubuh normal, cacar air memang biasanya hanya terjadi satu kali. Setelah infeksi pertama, tubuh membentuk respons imun yang mampu mengenali virus jika kembali terpapar.

Namun, bukan berarti seseorang benar-benar terbebas dari VZV. Virus yang bersembunyi di sel-sel saraf sewaktu-waktu dapat aktif kembali ketika daya tahan tubuh menurun, misalnya karena bertambahnya usia, stres berat, penyakit tertentu, atau penggunaan obat yang menekan sistem imun.

Ketika aktif kembali, virus umumnya tidak menyebabkan cacar air lagi, melainkan herpes zoster. Meski begitu, dalam kondisi yang sangat jarang, infeksi cacar air berulang tetap dapat terjadi, terutama pada individu dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Mengapa Virus Bisa Bangun Lagi?

Kemampuan VZV bertahan di jaringan saraf menjadi tantangan tersendiri bagi dunia medis. Selama berada dalam kondisi laten, virus hampir tidak terdeteksi oleh sistem imun.

Menurut penelitian yang dimuat di PubMed Central (PMC), ketika kekebalan tubuh melemah, virus dapat kembali bereplikasi, bergerak melalui jalur saraf menuju kulit, lalu memunculkan ruam yang khas pada satu sisi tubuh disertai rasa nyeri. Kondisi inilah yang dikenal sebagai herpes zoster atau cacar ular.

Siapa yang Berisiko Mengalami Herpes Zoster?

Tidak semua orang yang pernah terkena cacar air akan mengalami herpes zoster. Namun, risikonya meningkat pada kelompok tertentu, antara lain:

  1. Lansia, terutama usia di atas 50 tahun.
  2. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah.
  3. Pasien yang menjalani kemoterapi atau mengonsumsi obat imunosupresan.
  4. Penderita penyakit tertentu yang memengaruhi sistem imun.

Herpes zoster bukan hanya menyebabkan ruam, tetapi juga dapat memicu komplikasi berupa nyeri saraf berkepanjangan (postherpetic neuralgia), yang pada sebagian pasien dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Bisakah Dicegah?

Saat ini, vaksin menjadi cara paling efektif untuk menurunkan risiko infeksi maupun komplikasi akibat VZV. Vaksin cacar air membantu mencegah infeksi primer, sementara vaksin herpes zoster ditujukan untuk mengurangi risiko reaktivasi virus pada kelompok usia yang lebih tua atau individu dengan risiko tinggi.

Cacar air memang umumnya hanya dialami satu kali sepanjang hidup, tetapi hal itu bukan berarti virus penyebabnya benar-benar hilang. Varicella-zoster virus dapat menetap di jaringan saraf dalam keadaan tidak aktif selama bertahun-tahun dan kembali muncul sebagai herpes zoster ketika sistem kekebalan tubuh melemah.

Karena itu, memahami cara kerja virus ini penting agar masyarakat tidak menganggap cacar air sebagai penyakit yang sepenuhnya selesai setelah ruam mengering. Pengetahuan mengenai vaksinasi dan menjaga kesehatan sistem imun menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari.

Sumber: PubMed Central (PMC)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *