Kebun Binatang Australia Pakai Glitter demi Lacak Kehamilan Badak, Begini Penjelasan Ilmiahnya
ilustrasi(magnifik)

KONSERVASI satwa liar sering kali membutuhkan pendekatan yang kreatif. Di Monarto Safari Park, Australia Selatan, para peneliti menemukan cara yang tidak biasa untuk memantau kesehatan reproduksi badak putih selatan Southern White Rhino, yakni dengan menggunakan glitter yang aman dikonsumsi.

Meski terdengar unik, metode ini justru menjadi solusi efektif untuk membantu melacak kehamilan dan mendukung program pengembangbiakan spesies yang populasinya masih terancam.

Glitter Memudahkan Identifikasi Sampel

Tantangan utama yang dihadapi tim konservasi adalah membedakan kotoran dari dua badak betina yang hidup di kandang yang sama. Kedua satwa tersebut sering membuang kotoran di satu lokasi, sehingga sulit mengetahui sampel mana yang berasal dari masing-masing individu.

Untuk mengatasinya, para penjaga mencampurkan glitter berwarna berbeda ke dalam pakan setiap badak. Glitter tersebut tidak diserap oleh sistem pencernaan, melainkan keluar kembali bersama feses.

Dengan begitu, setiap sampel dapat langsung dikenali berdasarkan warna glitter yang terlihat, sehingga proses analisis menjadi jauh lebih akurat. Setelah melakukan sejumlah uji coba, warna biru dan emas dipilih karena paling mudah dikenali di lapangan.

Membantu Melacak Siklus Reproduksi

Sampel kotoran yang berhasil diidentifikasi kemudian diperiksa untuk mengukur kadar hormon reproduksi. Melalui analisis ini, peneliti dapat mengetahui siklus birahi, waktu ovulasi, hingga tanda-tanda awal kehamilan tanpa perlu melakukan prosedur invasif.

Menurut tim Monarto Safari Park, pemeriksaan hormon melalui feses bahkan dapat memberikan petunjuk kehamilan lebih dini dibandingkan tes darah dalam kondisi tertentu.

Informasi tersebut sangat penting untuk menentukan waktu terbaik dalam program perkawinan badak dan meningkatkan peluang keberhasilan reproduksi.

Cara Aman dan Minim Stres bagi Satwa

Berbeda dengan pengambilan darah yang dapat membuat satwa stres dan membutuhkan penanganan khusus, pemantauan melalui feses bersifat non-invasif.

Penggunaan glitter juga dinilai aman karena menggunakan bahan yang tidak beracun dan memang dirancang untuk dapat melewati saluran pencernaan tanpa membahayakan kesehatan hewan.

Selain memantau hormon reproduksi, analisis feses juga dapat memberikan informasi mengenai tingkat stres, kesehatan pencernaan, hingga kondisi fisiologis badak secara keseluruhan. Hal ini membuat metode tersebut semakin bernilai dalam pengelolaan satwa di kebun binatang maupun pusat konservasi.

Inovasi Sederhana untuk Masa Depan Konservasi

Badak putih selatan memang telah menunjukkan pemulihan populasi dibandingkan beberapa dekade lalu, tetapi spesies ini masih menghadapi ancaman perburuan liar dan hilangnya habitat.

Oleh karena itu, keberhasilan program pengembangbiakan di lembaga konservasi menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian spesies tersebut.

Penggunaan glitter membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi dunia konservasi. Dengan membantu peneliti memperoleh data reproduksi yang lebih akurat tanpa mengganggu kesejahteraan satwa, metode ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan program pelestarian badak di masa mendatang.

SumberABC News Australia



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *