Transaksi PFII Pakai Dolar, Begini Penjelasan DPR
ilustrasi(Antara)

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyebubt kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diharapkan mampu menarik dana global dan menjadi sumber pembiayaan bagi berbagai investasi strategis di dalam negeri. Menurutnya, PFII dirancang untuk menangkap potensi dana global yang selama ini mencari pusat finansial baru.

“Prinsipnya PFII, kita mau menarik dana global, bukan dana yang ada di Indonesia. Dan kita juga nggak mau mereka mengganggu permodalan yang ada di Indonesia,” kata Hekal dalam keterangan yang dikutip, Rabu (22/7).

Untuk menjaga agar aktivitas pusat finansial tersebut tidak mengganggu sektor keuangan domestik, Hekal mengatakan instrumen keuangan yang diperdagangkan di PFII nantinya menggunakan valuta asing. Skema tersebut diharapkan dapat menarik dana global tanpa berkompetisi secara langsung dengan perbankan dalam negeri.

“Karena dia punya sumber cost of fund yang lebih murah bersaing sama bank-bank dalam negeri yang karena biaya lebih tinggi. Jadi intinya itu, uang-uang asing mau kita tangkap, taruh di situ daripada mereka cari rumah tempat lain,” katanya.

Hekal mengatakan Indonesia perlu memiliki pusat finansial yang mampu menjadi tempat bagi pemilik modal global untuk menempatkan dan mengelola dananya. Ia menyebut, terdapat sekitar US$3,2 triliun dana keluarga kaya di dunia yang saat ini tersimpan di berbagai family office. Dari jumlah tersebut, sekitar 65% disebut sedang mencari tempat baru.

“Nah, itu yang lagi mau kita tangkap. Kenapa mereka cari rumah baru? Karena rumah-rumah mereka lagi tergoncang. Ada yang rumahnya di Timur Tengah, ada yang rumah dari sumber awalnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hekal menjelaskan, PFII tidak hanya diarahkan sebagai tempat menghimpun dana asing. Pusat finansial tersebut juga diharapkan membangun ekosistem pembiayaan internasional yang mencakup berbagai sektor strategis, seperti perkapalan, penerbangan, asuransi, dan investment banking.

Sebab menurutnya, Indonesia selama ini belum sepenuhnya menikmati manfaat finansial dari transaksi besar yang berkaitan dengan pembiayaan dan asuransi aset-aset tersebut. Karena itu, Ia berharap berbagai aktivitas tersebut dapat dilakukan melalui ekosistem finansial yang dibangun di Indonesia.

“Kalau kita taruh di PFII, kita bisa menikmati seluruh ekosistem itu. Satu pesawat nilainya berapa, ada pembiayaannya, nanti ada asuransinya, dan lain-lain. Nah itu semua mau kita bawa ke sini,” jelasnya. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *