
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat penerapan konsep Green Port di Terminal Khusus Pupuk Kaltim sebagai bagian dari strategi mendorong transisi energi dan membangun operasional pelabuhan yang lebih berkelanjutan.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, pengembangan terminal khusus perusahaan telah mengadopsi konsep Green Port sejak 2018. Sejumlah langkah strategis dilakukan untuk menekan dampak lingkungan sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dalam aktivitas kepelabuhanan.
“Salah satu fokus utama kami adalah meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di area terminal khusus serta membangun ekosistem energi bersih di kawasan operasional Pupuk Kaltim,” ujar Rafli.
Upaya tersebut mengantarkan Pupuk Kaltim meraih penghargaan Green and Smart Port – ASRI 2026 dengan predikat Terbaik Bintang 5 dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas penerapan tata kelola pelabuhan yang mengedepankan keberlanjutan, digitalisasi, dan keselamatan operasional.
Penghargaan diserahkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam puncak acara Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 di Dermaga C Pelabuhan Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7).
“Pencapaian tersebut mencerminkan transformasi yang telah dijalankan Pupuk Kaltim dalam beberapa tahun terakhir. Transformasi itu diarahkan untuk membangun pengelolaan pelabuhan yang tidak hanya efisien, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” imbuhnya.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui berbagai program konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati. Pupuk Kaltim antara lain mengembangkan kawasan konservasi rusa sambar, menjalankan pelestarian terumbu karang, serta menjaga flora endemik Anggrek Hitam yang menjadi salah satu ikon konservasi perusahaan.
Area operasional pelabuhan juga dilengkapi ruang terbuka hijau. Keberadaan ruang hijau tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar kawasan industri.
Rafli menyebut berbagai inisiatif tersebut turut mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dalam memperkuat daya saing logistik nasional, terutama di sektor pangan.
Selain aspek lingkungan, Pupuk Kaltim menilai pengembangan Green Port perlu berjalan beriringan dengan transformasi digital. Karena itu, perusahaan juga mengembangkan konsep Smart Port melalui digitalisasi proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan kepelabuhanan.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah iPortlog, aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan operasional pelabuhan. Melalui sistem tersebut, aktivitas pelayanan kapal dapat dipantau secara real time, mulai dari proses bongkar muat, pemanfaatan fasilitas pelabuhan, hingga sejumlah indikator kinerja operasional dan pengapalan.
Sistem dashboard monitoring yang terintegrasi juga membantu manajemen memperoleh data secara lebih cepat dan akurat. Dengan begitu, proses pengambilan keputusan serta koordinasi antarunit kerja dapat dilakukan secara lebih efektif.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai program Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 menjadi bagian penting dari transformasi pelabuhan nasional menuju sistem logistik yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong penerapan Gerakan ASRI tidak hanya di sektor pelabuhan, tetapi pada seluruh moda transportasi untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi nasional.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pelabuhan memiliki posisi strategis dalam memperkuat sistem logistik pangan. Menurutnya, tantangan logistik ke depan membutuhkan transformasi yang lebih progresif, termasuk untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk dan meningkatkan daya saing nasional. (Ant/E-3)
