Perkuat Pelayanan Publik hingga Tingkatkan PAD, Kota Bandung dan Pekanbaru Buat MoU
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, usai mendatangi MoU.(MI/NAVIANDRI)

SEBAGAI langkah memperkuat sinergi antardaerah dalam pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemkot Pekanbaru Riau, menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) di Balai Kota Bandung, Rabu (8/7).

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, serta Kadiskominfo Kota Bandung Henryco Arie Sapiie dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru Ardiansyah Eka Putra.

“Kami menyambut baik kunjungan Pemkot Pekanbaru sebagai momentum mempererat hubungan sekaligus saling bertukar inovasi dalam tata kelola pemerintahan. Ini tentu suatu kehormatan bagi Kota Bandung menerima kunjungan dari Kota Pekanbaru. Kita harus sama-sama belajar karena masing-masing daerah memiliki keunggulan yang bisa menjadi pembelajaran bersama,” papar Farhan.

Menurut dia, kerja sama tersebut menjadi fondasi untuk mendorong kemajuan kedua kota melalui pertukaran pengalaman dan inovasi. Kota Bandung tertarik mempelajari sejumlah keberhasilan Pekanbaru, khususnya dalam pengelolaan fiskal daerah yang dinilai sangat sehat.

“Selain itu, Bandung juga ingin mengadopsi inovasi pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang di Pekanbaru mampu diselesaikan hanya dalam hitungan jam. Ini yang ingin kami pelajari untuk mempercepat investasi di Kota Bandung,” ungkapnya

Di sisi lain Kota Bandung juga membagikan pengalaman dalam penataan jaringan utilitas, khususnya program penurunan kabel fiber optik yang saat ini tengah dijalankan sebagai bagian dari penataan infrastruktur perkotaan.


PERCEPAT PEMBANGUNAN


Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan, kerja sama ini merupakan implementasi arahan pemerintah pusat agar pemerintah daerah saling bertukar inovasi guna mempercepat pembangunan. Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang layak dijadikan referensi karena memiliki berbagai inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan kota.

“Kami datang untuk belajar. Banyak hal yang ingin kami kerjasamakan, mulai dari tata kelola pemerintahan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor kuliner, hotel, hingga pariwisata,” terangnya.

Dia memaparkan, keberhasilan Pemkot Pekanbaru meningkatkan PAD dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,3 triliun dilakukan melalui berbagai inovasi perpajakan dan pelayanan publik. Selain itu, dibukanya kembali rute penerbangan langsung Bandung–Pekanbaru, dapat semakin mempererat hubungan ekonomi, investasi, pendidikan, hingga sektor pariwisata kedua daerah.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pemerintah daerah juga berencana membuka peluang kerja sama promosi UMKM, kuliner khas Melayu, produk kreatif Bandung, hingga peningkatan investasi. Kesepakatan bersama tersebut bertujuan menjadi pedoman bagi kedua pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembangunan dan pengembangan potensi daerah sesuai kewenangan masing-masing.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pelayanan publik, pemerintahan digital, investasi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan jaringan fiber optik, perizinan, inovasi daerah, serta bidang lain yang disepakati kedua belah pihak.

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *