Hunian Modern yang Tak Hanya Estetis, tetapi Juga Aman
Dalam IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Schneider memperkenalkan berbagai inovasi perangkat kelistrikan(Dok.Scheneider)

SCHNEIDER Electric menegaskan pentingnya keamanan instalasi listrik sebagai bagian dari konsep hunian modern. Melalui partisipasinya dalam IndoBuildTech Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, perusahaan memperkenalkan berbagai inovasi perangkat kelistrikan sekaligus mengampanyekan budaya listrik aman bagi masyarakat.

Mengusung tema “Rumah Nyaman, Listrik Aman”, Schneider Electric mengajak masyarakat tidak hanya memperhatikan desain interior dan teknologi rumah pintar, tetapi juga memastikan sistem kelistrikan dirancang sesuai standar keamanan.

Business Vice President (BVP) Home Solutions Schneider Electric Indonesia, Ahmad Saiful, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap hunian terus berkembang. Karena itu, perangkat kelistrikan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga harus mampu memberikan kenyamanan, keamanan, dan nilai estetika.

“Di IndoBuildTech Expo 2026, kami ingin menunjukkan bahwa hunian modern perlu dirancang secara menyeluruh, mulai dari kenyamanan, estetika, hingga keamanan kelistrikannya. Dengan pengalaman lebih dari 190 tahun dalam inovasi kelistrikan secara global dan hampir 40 tahun dalam pengembangan bisnis sakelar dan stopkontak, kami terus memahami evolusi kebutuhan hunian tersebut, termasuk di Indonesia,” ujar Ahmad.

Dalam pameran tersebut, Schneider Electric memperkenalkan lini sakelar premium AvatarOn yang menggabungkan desain modern dengan fitur keselamatan. Produk tersebut memungkinkan pengguna mempersonalisasi tampilan sakelar melalui pilihan warna, motif, foto, maupun desain khusus sehingga dapat disesuaikan dengan konsep interior rumah.

Untuk memperkuat sisi estetika, Schneider Electric menggandeng ilustrator dan kreator visual Sifa Adni Qolby melalui Room.533. Kolaborasi bertajuk “The Art of Feeling at Home” itu menghadirkan 10 desain eksklusif untuk AvatarOn yang mengangkat tema rumah dan ruang sebagai bagian dari ekspresi personal penghuni.

“Bagi saya, rumah selalu terasa personal karena dibentuk oleh benda-benda kecil yang dekat dengan keseharian kita. Dalam kolaborasi ini, saya ingin menghadirkan rasa hangat dan familiar itu ke dalam pengalaman visual bersama Schneider Electric, termasuk melalui sakelar AvatarOn,” kata Sifa.

Selain mengedepankan desain, AvatarOn juga dibekali berbagai fitur keselamatan. Produk tersebut memiliki indikator LED untuk memudahkan penggunaan saat gelap, mekanisme sakelar yang membantu mengurangi risiko loncatan api listrik, serta kapasitas arus hingga 16 ampere yang dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan perangkat elektronik modern.

Schneider Electric menyebut material polikarbonat yang digunakan memiliki ketahanan terhadap benturan, panas, dan tidak mudah merambatkan api. Produk tersebut juga telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), standar International Electrotechnical Commission (IEC), serta berbagai standar internasional lainnya.

Rangkaian AvatarOn tidak hanya terdiri atas sakelar, tetapi juga mencakup stopkontak, USB charger, dimmer, TV dan data socket, hingga communication outlet untuk mendukung kebutuhan hunian modern.

Selain memperkenalkan produk, Schneider Electric memperkuat kampanye Gerakan Listrik Aman sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan perangkat proteksi kelistrikan yang sesuai standar.

Melalui program tersebut, masyarakat diedukasi mengenai fungsi Miniature Circuit Breaker (MCB), Residual Current Circuit Breaker (RCCB) atau Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS), serta Residual Current Breaker with Overcurrent Protection (RCBO) untuk melindungi instalasi listrik maupun penghuni rumah dari risiko korsleting, arus bocor, dan sengatan listrik.

Perusahaan juga mengajak masyarakat menggunakan produk kelistrikan asli melalui kampanye #YangAsliYangMelindungi sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan instalasi listrik di rumah.

Pada kesempatan yang sama, Schneider Electric meluncurkan Schneider Electric Electrician Academy, program peningkatan kompetensi bagi teknisi listrik, retailer, dan tenaga penjual toko listrik. Program yang berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026 itu menggandeng PT Dana Purna Investama (DPI) sebagai mitra penyedia peserta.

Program tersebut menyediakan pembelajaran digital melalui modul, webinar, kuis, serta pemantauan perkembangan peserta mengenai praktik instalasi listrik yang aman dan sesuai standar. Schneider Electric menargetkan hingga 8.000 peserta mengikuti program tersebut.

“Schneider Electric Electrician Academy merupakan bagian dari komitmen Schneider Electric untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan listrik di Indonesia. Kami percaya instalasi listrik yang aman tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kompetensi para profesional dan pelaku ekosistem kelistrikan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat,” kata Ahmad.

Chief Training PT Dana Purna Investama, Yosua Pengayoman, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi teknisi menjadi faktor penting dalam menciptakan instalasi listrik yang aman dan andal.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk memperkuat budaya keselamatan listrik di Indonesia, sekaligus membuka kesempatan bagi semakin banyak teknisi listrik untuk berpartisipasi dan meningkatkan kompetensinya,” ujar Yosua.

Melalui inovasi produk, edukasi keselamatan, serta peningkatan kompetensi tenaga instalasi listrik, Schneider Electric berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sistem kelistrikan yang aman semakin meningkat seiring berkembangnya kebutuhan hunian modern. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *