Konektivitas Digital Dibidik Jadi Sumber Pendapatan Baru
Aksi korporasi PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR).(Dok. MI)

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menyiapkan akuisisi 60% saham PT Laxo Global Akses, perusahaan penyedia layanan internet atau internet service provider (ISP) dan infrastruktur digital yang berkantor pusat di Jakarta.

Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui penandatanganan kesepakatan awal atau preliminary agreement antara WINR dan Laxo Global Akses. Melalui transaksi ini, emiten properti tersebut berupaya memperluas bisnisnya ke sektor konektivitas digital.

Direktur Utama PT Winner Nusantara Jaya Tbk Yusmen Liu mengatakan akuisisi Laxo menjadi bagian dari strategi perseroan untuk membangun ekosistem properti yang terintegrasi dengan infrastruktur digital.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam industri properti. Melalui akuisisi ini kami ingin membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Yusmen dalam keterangan resmi, Kamis, 3 Juli 2026.

WINR menilai kepemilikan perusahaan ISP dapat membuka peluang pendapatan berulang atau recurring revenue bagi perseroan. Layanan internet Laxo nantinya dapat diintegrasikan ke proyek-proyek properti WINR, termasuk kawasan hunian, komersial, hotel, dan kawasan terpadu.

Selain menyasar proyek internal WINR, Laxo Global Akses juga disebut akan tetap mengembangkan bisnis ke pelanggan korporasi, instansi pemerintah, dan pelanggan ritel.

Laxo Global Akses merupakan perusahaan penyedia layanan internet dan solusi teknologi informasi yang berdiri sejak 2005. Perusahaan tersebut menyediakan layanan residential dan SOHO broadband, dedicated internet, local loop, co-location, data center, managed service, serta konsultasi IT.

Saat ini Laxo disebut beroperasi di 30 kota besar di Indonesia, dengan lebih dari 100 klien korporasi dan sejumlah instansi pemerintah. Perusahaan itu juga melayani sekitar 10.000 pelanggan ritel.

Bagi WINR, portofolio proyek properti yang dimiliki perseroan dapat menjadi captive market bagi Laxo. Sementara bagi Laxo, integrasi dengan proyek WINR berpotensi memperluas jaringan dan basis pelanggan tanpa harus membangun permintaan dari awal.

WINR juga menyiapkan Laxo sebagai penyedia infrastruktur digital untuk rencana pengembangan kawasan smart city di Bogor, Jawa Barat. Tahap awal proyek tersebut disebut mencakup sekitar 30 hektare dan akan dikembangkan bertahap hingga sekitar 1.000 hektare.

Dalam proyek tersebut, Laxo akan diarahkan untuk menyediakan jaringan fiber optik, internet berkecepatan tinggi, smart home, smart security, Internet of Things (IoT), serta layanan digital lain yang mendukung konsep kota pintar.

Meski demikian, WINR belum memerinci nilai transaksi akuisisi, sumber pendanaan, jadwal penyelesaian transaksi, maupun proyeksi kontribusi Laxo terhadap pendapatan perseroan.

WINR merupakan emiten properti yang berdiri sejak 2007 dan memiliki portofolio pengembangan kawasan hunian, kawasan komersial, properti investasi, hotel, dan resor di Batam, Jabodetabek, Yogyakarta, dan Sumatera.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *