
FIFA secara mengejutkan membatalkan hukuman kartu merah penyerang timnas Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, menjelang laga krusial babak 16 besar melawan Belgia di Seattle.
Keputusan kontroversial itu memicu protes keras dari kubu Belgia setelah terungkap adanya intervensi langsung melalui panggilan telepon dari Presiden AS Donald Trump kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.
Balogun sebelumnya terancam absen setelah menerima kartu merah langsung akibat menginjak kaki bek Bosnia-Herzegovina dalam laga babak 32 besar yang dimenangi AS dengan skor 2-0.
Berdasarkan regulasi resmi FIFA, kartu merah langsung otomatis memicu larangan bertanding satu laga tanpa hak banding. Namun otoritas tertinggi sepak bola dunia itu justru memilih menangguhkan sanksi tersebut selama satu tahun.
“Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan apa yang benar, dan membatalkan ketidakadilan yang besar!,” tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.
Keputusan sepihak itu langsung direspons dengan kecaman keras oleh Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA).
Mereka menyatakan terkejut karena langkah FIFA dinilai bertentangan langsung dengan aturan yang mereka buat sendiri, dan kini tengah menjajaki seluruh opsi hukum demi melindungi prinsip fair play.
“Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia FIFA, tanggal 5 Juli sekarang menjadi 1 Juli, dan ini adalah Hari April Mop,” cetus pelatih Belgia, Rudi Garcia, dalam konferensi persnya.
Di kubu tuan rumah, pembatalan sanksi ini disambut sebagai angin segar bagi ambisi besar mereka untuk menyamai pencapaian bersejarah lolos ke perempat final sejak 2002.
Pelatih AS, Mauricio Pochettino, menilai keputusan FIFA sudah adil lantaran pelanggaran yang dilakukan Balogun sama sekali tidak disengaja.
“Ini keputusan yang adil karena itu seharusnya tidak pernah menjadi kartu merah. Ini bukan berarti kami adalah korban, tetapi kami bukan orang jahat di sini,” ujar Pochettino.
Kapten sekaligus penyerang bintang AS, Christian Pulisic, turut menyebut kabar ini sebagai “dorongan besar” bagi moril bertanding tim.
Dalam pembelaannya, FIFA merujuk pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA yang memungkinkan sebuah hukuman ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun.
Dengan demikian, Balogun baru akan menjalani hukuman tersebut jika kembali melakukan pelanggaran serupa dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Kiper utama Belgia, Thibaut Courtois, tidak bisa menyembunyikan keheranannya atas keputusan yang keluar hanya sehari sebelum pertandingan dimulai.
“Ini sedikit mengejutkan. Jika ini dilakukan lebih awal, kami mungkin bisa bersiap secara mental dengan lebih baik,” tutur Courtois. (Z-2)
