Kementerian Kehutanan Kerahkan Manggala Agni untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin
Foto udara asap membumbung tinggi dari tumpukan sampah yang terbakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026).(ANTARA/Putra M. Akbar)

KEMENTERIAN Kehutanan bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Sebanyak 30 personel Manggala Agni dikerahkan ke lokasi pada Jumat (3/7) guna mempercepat proses pemadaman dan meminimalisasi dampak asap yang mulai mengganggu masyarakat sekitar.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menjelaskan bahwa pengerahan tim ini merupakan respons atas permohonan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen kementerian dalam menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari kebakaran lahan maupun sampah.

“Kementerian Kehutanan memiliki sumber daya dan pengalaman dalam penanganan kebakaran TPA, seperti saat menangani TPA Rawa Kucing di Kota Tangerang pada 2023 lalu,” ujar Dwi.

Ia menekankan bahwa karakteristik kebakaran TPA sangat spesifik karena adanya timbunan sampah yang menghasilkan panas tinggi dan gas metana, sehingga memerlukan strategi berbeda dibandingkan kebakaran hutan biasa.

Sinergi Lintas Instansi dan Strategi 5M

Dalam operasionalnya, Manggala Agni tidak bekerja sendiri. Tim ini berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang serta memperkuat operasi water bombing yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Koordinasi juga dilakukan bersama TNI, Polri, dan BPBD setempat.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, merinci bahwa personel yang diterjunkan merupakan tenaga terlatih yang berasal dari dua wilayah berbeda. Berikut adalah rincian sumber daya manusia yang dikerahkan:







Asal Personel Jumlah
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi 22 Orang
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara 8 Orang
Total Personel 30 Orang

Thomas menambahkan, tim menerapkan strategi 5M untuk memastikan pemadaman berjalan efektif, yang meliputi:

  • Manajemen Asap
  • Manajemen Air
  • Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Manajemen Sarana dan Prasarana
  • Manajemen Logistik

Metode Kikis untuk Bara Api

Teknis pemadaman di lapangan diawali dengan pengamanan sumber air dan penyiapan jalur suplai. Mengingat api berada di bawah tumpukan sampah, tim menggunakan “metode kikis”. Petugas mengeruk timbunan sampah secara bertahap, kemudian menyemprotkan air langsung ke titik-titik bara api yang tersembunyi hingga benar-benar padam.

Berdasarkan data pengelola TPA Jatiwaringin, estimasi area yang terdampak kebakaran mencapai 13 hektare. Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih menunjukkan kepulan asap tebal, sehingga operasi pemadaman intensif terus dilanjutkan oleh seluruh elemen instansi terkait guna memastikan api tidak kembali meluas. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *