
SETELAH sukses memberikan “kisi-kisi” jati diri musik mereka melalui rilisan Love Ya, Cowok Red Flag, dan Second Choice, duo DJ kenamaan Indonesia, DNA, resmi mengumumkan peluncuran album perdana mereka yang bertajuk OURORA;. Duo yang digawangi JayJax dan Mister Aloy ini menghadirkan karya ambisius yang merangkum perjalanan panjang mereka di industri musik elektronik.
Album OURORA; berisi 18 trek dengan total durasi putar mencapai 1 jam 48 menit. Meski DNA dikenal luas melalui genre Indo Bounce yang merajai kelab malam tanah air, album ini menunjukkan sisi idealisme mereka yang lebih luas. Pendengar akan dibawa melintasi berbagai spektrum genre, mulai dari techno, dirty dutch, drum n bass, hingga trap.
“Sengaja kita lakukan ini, karena selain memberitahu dunia ‘ini lho, warna gue’, kita juga mau edukasi fanbase kita tentang arah musik yang akan DNA ambil dengan perilisan OURORA;,” ungkap Mister Aloy mengenai keberanian mereka mengeksplorasi genre di luar kebiasaan panggung kelab mereka.
Filosofi Visual dan Makna Album Art
Tidak hanya soal audio, OURORA; dirancang sebagai pengalaman visual yang mendalam. Sampul album karya Elsha Graciella menggambarkan matahari terbit dengan elemen-elemen dunia nyata yang penuh metafora. Mister Aloy menjelaskan bahwa setiap detail dalam album art tersebut mewakili perjalanan karier DNA.
Beberapa elemen kunci dalam visual album meliputi:
- Kelompok Burung: Melambangkan seluruh tim yang membantu DNA dari nol.
- Tiang Listrik & Kabel Berantakan: Metafora dari kerumitan hidup.
- Layangan Bali: Simbol kejenakaan yang selalu mengiringi perjalanan mereka.
- Matahari & Air Tenang: Tujuan akhir untuk menjadi bintang namun tetap mawas diri melalui cerminan air.
Kolaborasi Strategis dan Sorotan Trek
Dalam pengerjaannya, JayJax selaku produser dibantu oleh Gamaliel Abram Pradipta dan Alvagracia Immanuel. Album ini juga melibatkan sejumlah kolaborator penting, termasuk PARKZ yang mengisi vokal di tiga lagu dengan sentuhan emo-punk dalam balutan techno.
Salah satu kejutan terbesar adalah kolaborasi dengan YB (Reza Oktavian) dalam lagu berjudul Anomali. Ini merupakan lagu pertama YB yang sepenuhnya menggunakan bahasa Indonesia, mengusung elemen BKB dan trap, serta sentuhan instrumen tradisional seperti kendang dan suling khas Jawa Timur.
| Trek Unggulan | Kolaborator | Genre/Catatan |
|---|---|---|
| Quest of The Sea | – | Trap Tradisional (Awal Perjalanan) |
| PAIN / Pop It | PARKZ | Techno dengan elemen Emo-Punk |
| Cowok Red Flag | QG | Hip-hop dengan elemen Dangdut |
| Second Choice | INDAHKUS | Future House |
| Don’t Talk To Me | Mister Aloy | Debut vokal penuh Mister Aloy |
| Anomali | YB (Reza Oktavian) | Trap/BKB, Lirik Bahasa Indonesia |
Agenda Peluncuran dan Tur Indonesia
Album OURORA; dijadwalkan rilis secara resmi pada 3 Juli 2026. Sebagai rangkaian pembuka, DNA akan menggelar Press Conference & Exclusive Listening Party pada 1 Juli 2026 di 2 Gatsu, Jakarta. Acara ini juga melibatkan para penggemar yang terpilih melalui pendaftaran di media sosial.
Selain mendengarkan lagu baru, DNA juga akan memperkenalkan lini merchandise eksklusif seperti kaos, bandana, dan gantungan kunci. Peluncuran album ini sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian Indonesia Tour, di mana DNA akan menyuguhkan penampilan spesial berdurasi 20 menit sebagai gambaran pengalaman konser yang akan dibawa keliling kota.
“Ini adalah diri kami yang sebenarnya. Kami mawas diri bahwa penonton mengenal kami lewat Indobounce, tapi perlahan kami ingin mengajak mereka menikmati warna yang berbeda di album ini,” tutup Mister Aloy. (Z-1)
