
BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja Indonesia, termasuk para atlet dan insan olahraga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Perkumpulan Sepakbola Tujuh Indonesia (Football 7 Indonesia) yang dilaksanakan di Jakarta, Minggu (28/6).
Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Agung Nugroho dan Ketua Umum Perkumpulan Sepakbola Tujuh Indonesia Dudung Abdurachman sebagai langkah strategis untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh ekosistem Football 7 Indonesia, mulai dari atlet, pelatih, ofisial, hingga tenaga pendukung lainnya.
Agung Nugroho dalam keterangannya kepada pers mengatakan bahwa atlet merupakan pekerja profesional yang memiliki risiko kerja, sehingga sudah semestinya memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memastikan para atlet dan seluruh insan olahraga mendapatkan perlindungan dalam menjalankan profesinya. Risiko kerja selain kecelakaan kerja bisa juga terjadi di lapangan tempat atlet bekerja. Karena itu, kami ingin memastikan mereka terlindungi sehingga dapat fokus mempersiapkan diri dan memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia,” ujar Agung.
Melalui kerja sama tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memberikan dukungan kepada Tim Nasional Football 7 Indonesia yang tengah menjalani rangkaian persiapan menuju kejuaraan internasional. Perlindungan yang diberikan mencakup aktivitas para atlet sejak masa latihan, pemusatan latihan (training camp), perjalanan menuju lokasi pertandingan, hingga pelaksanaan kompetisi, sehingga para atlet dapat menjalankan tugasnya dengan rasa aman dan fokus memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia.
“Kami percaya bahwa prestasi olahraga harus didukung oleh sistem perlindungan yang kuat. Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh insan Football 7 Indonesia memiliki kepastian perlindungan sehingga dapat berkarya dan berprestasi tanpa dihantui risiko sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Sepakbola Tujuh Indonesia Dudung Abdurachman menyampaikan apresiasinya atas dukungan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada seluruh elemen Football 7 Indonesia.
“Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi Football 7 Indonesia dalam membangun ekosistem olahraga yang semakin profesional. Kami mengapresiasi dukungan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan kepada para atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh tim sejak menjalani persiapan hingga mengikuti kompetisi. Dengan adanya perlindungan ini, para atlet dapat lebih percaya diri dan fokus dalam memberikan performa terbaik untuk Indonesia,” ujar Dudung.
Kolaborasi ini merupakan implementasi strategi 3C (Coverage, Care, dan Credibility) BPJS Ketenagakerjaan khususnya pada pilar Coverage, di mana BPJS Ketenagakerjaan memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja dalam hal ini kepada atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh ekosistem olahraga. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen memberikan perlindungan yang semakin inklusif, sehingga semakin banyak pekerja Indonesia yang terlindungi dari risiko sosial ekonomi dalam menjalankan profesinya. (RO/E-4)
