
AKSES pekerja informal terhadap rumah subsidi mulai memasuki babak baru. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggandeng PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk untuk membuka jalur pengajuan KPR Sejahtera FLPP bagi mitra pengemudi Gojek.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma mengatakan, kerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi bagian dari strategi memperluas penyaluran KPR Sejahtera FLPP kepada pekerja sektor informal.
“Kita tahun ini kan sudah mendapatkan alokasi kuota dana FLPP sebesar 350.000 unit. Sesuai dengan perjanjian kita dengan para bank penyalur, kami meminta minimum 15% dari kuota tersebut disalurkan bagi para pekerja informal. Termasuk di dalamnya adalah para mitra driver Gojek,” ujar Sid di Jakarta, Jumat (3/7).
Ia mengatakan, dengan alokasi 350.000 unit FLPP tahun ini, sekitar 52.500 unit diharapkan dapat menyasar pekerja informal. Kelompok ini selama ini kerap menghadapi tantangan dalam mengakses pembiayaan rumah karena pola pendapatan yang tidak tetap.
Meski demikian, BP Tapera menegaskan tidak ada kuota khusus yang dikunci hanya untuk mitra Gojek.
“Pada saat ini tidak ada batasan untuk mengalokasikan kuota khusus untuk para driver Gojek, ini terbuka,” kata Sid.
Melalui kerja sama ini, BP Tapera dan Gojek akan melakukan sosialisasi serta edukasi KPR Sejahtera FLPP melalui aplikasi mitra, kegiatan bersama, publikasi, hingga kampanye edukasi. Mitra pengemudi yang memenuhi syarat dapat mengajukan KPR subsidi dengan skema uang muka atau down payment 0%.
Namun, setiap calon penerima manfaat tetap harus melalui proses verifikasi kelayakan. Syarat yang diperiksa antara lain belum pernah memiliki rumah, memenuhi kriteria masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), berusia 21-45 tahun, serta memiliki indikator kinerja yang baik.
Head of Public Affairs GoTo Dyan Shinto Nugroho mengatakan, mitra yang diprioritaskan dalam program ini adalah pengemudi dengan performa terbaik atau “mitra juara”.
“Tentunya adalah mitra-mitra yang top performance atau kita bilang ‘mitra juara’. Mitra juara ini tidak hanya ditentukan oleh berapa lama mereka sudah menjadi mitra, tapi yang terlebih adalah konsistensi performance mereka,” ujar Dyan.
Menurut Dyan, saat ini 125 mitra pengemudi telah siap masuk tahap akad kredit. Sementara itu, lebih dari 3.000 driver lainnya masih berada dalam antrean pemeriksaan SLIK dan proses administrasi.
“Saat ini yang sudah siap menandatangani akad 125 driver kami yang mitra-mitra kami ini tersebar di seluruh Indonesia. Yang sedang mengantre untuk pemeriksaan BI checking, SLIK, dan lain sebagainya lebih dari 3.000 driver,” kata Dyan.
Untuk menjaga kelancaran pembayaran cicilan, skema angsuran akan menggunakan mekanisme direct debit instruction atau DDI. Dengan sistem ini, pembayaran cicilan rumah dilakukan secara otomatis.
“Sehingga ini diharapkan tidak memberatkan mitra. Jadi mitra bisa langsung pulang, pikiran tetap tenang karena pembayaran cicilan untuk rumah, keluarga sudah terpenuhi,” tutur Dyan.
Per 2 Juli 2026, BP Tapera telah merealisasikan KPR FLPP sebanyak 93.339 unit dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 11,6 triliun. Penerima manfaat terbesar masih berasal dari pekerja swasta sebanyak 61.126 unit atau 65,49%.
Kelompok wiraswasta berada di posisi berikutnya dengan 15.890 unit atau 17,02%, disusul PNS sebanyak 7.643 unit atau 8,19%, serta TNI/Polri sebanyak 1.394 unit atau 1,49%.
Masuknya driver ojol ke skema KPR subsidi menjadi sinyal bahwa pasar rumah subsidi mulai bergerak lebih luas ke sektor informal. Namun, antrean ribuan pengemudi juga menunjukkan tantangan berikutnya: memastikan pekerja dengan penghasilan fleksibel benar-benar lolos proses kelayakan pembiayaan dan mampu menjaga cicilan secara berkelanjutan. (Z-10)
