Timnas Portugal Bertekad Persembahkan Gelar Piala Dunia 2026 untuk Diogo Jota
Penyerang timnas Portugal Diogo Jota(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

TEPAT satu tahun telah berlalu sejak dunia sepak bola berduka atas kepergian penyerang Liverpool dan timnas Portugal, Diogo Jota. Di tengah perhelatan Piala Dunia di Toronto, emosi mendalam menyelimuti skuad Selecao das Quinas yang bersiap menghadapi Kroasia untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar.

Gelandang Portugal, Ruben Neves, mengungkapkan betapa kuatnya ikatan yang masih terjalin antara dirinya dengan mendiang sahabatnya tersebut. Neves, yang kini mengenakan nomor punggung 21 milik Jota di Piala Dunia, mengaku masih sering mengirim pesan ke akun WhatsApp Jota.

“Kami memiliki grup WhatsApp bersama Rute (istri Jota) dan Diogo. Grup itu masih ada dan kami terus berbicara di sana,” ujar Neves dalam acara TV Portugal, Alta Definicao. “Setiap kali sesuatu yang istimewa terjadi, saya mengiriminya pesan. Saya mengarsipkan percakapan itu agar bisa terus berkomunikasi dengannya.”

Tragedi di Spanyol

Diogo Jota meninggal dunia pada 3 Juli 2025 dalam sebuah kecelakaan mobil tragis di Spanyol, hanya 11 hari setelah menikahi pasangan lamanya, Rute Cardoso. Kecelakaan yang disebabkan oleh pecah ban tersebut juga merenggut nyawa saudara laki-lakinya, Andre Silva.

Saat itu, Jota yang berusia 28 tahun sedang dalam perjalanan darat menuju Liverpool untuk mengikuti pramusim. Ia memilih menempuh jalur darat dan feri karena saran medis yang melarangnya terbang setelah menjalani operasi kecil, hanya dua bulan setelah ia merayakan gelar juara Liga Primer Inggris bersama The Reds.

Misi untuk ‘Sang Cahaya’

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa semangat Jota tetap menjadi motor penggerak tim di turnamen ini. Martinez bahkan mendaftarkan Jota sebagai pemain kehormatan ‘plus-one’ saat mengumumkan skuadnya pada Mei lalu.

“Diogo adalah matahari dan cahaya kami. Kami ingin memenangkan Piala Dunia ini untuknya,” tegas Martinez. Ia menambahkan bahwa peringatan satu tahun kematian Jota menjadikan laga melawan Kroasia sebagai “Pertandingan Diogo Jota”.

Penghormatan terhadap Jota terlihat nyata di setiap laga Portugal. Kapten Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya mengenakan gelang khusus berwarna hijau-merah pemberian Perdana Menteri Luis Montenegro yang mencantumkan nama seluruh anggota skuad berdampingan dengan nama Diogo Jota.

Simbol Inspirasi: Jota dikenal sebagai pemain langka yang mencapai level elite tanpa pernah mengenyam pendidikan di akademi “Tiga Besar” Portugal (Benfica, Sporting, Porto). Ia memulai karier dari Gondomar sebelum bersinar di Pacos de Ferreira, Porto, Wolves, hingga Liverpool.

Dukungan dari Tribun

Kehadiran Jota juga dirasakan oleh keluarga. Orangtua Jota, Joaquim dan Isabel, hadir sebagai tamu khusus dalam laga pembuka melawan DR Kongo di Houston. Presiden FIFA, Gianni Infantino, turut menyampaikan pesan menyentuh bahwa mewakili Portugal di turnamen ini adalah mimpi yang selalu dipupuk oleh Jota.

Bagi Ruben Neves, yang membantu mengangkat peti jenazah Jota setahun lalu, setiap menit di lapangan adalah untuk sang sahabat. Neves bahkan mengabadikan momen kebersamaan mereka melalui tato di betis kirinya.

“Hari setelah berita itu muncul adalah hari tersulit dalam hidup saya. Aspek terpenting bagi saya untuk bisa bermain adalah keinginan untuk bermain demi Diogo terlebih dahulu,” pungkas Neves.

Portugal kini mengincar kemenangan atas Kroasia untuk memastikan tempat di fase gugur, membawa mimpi Diogo Jota yang tetap hidup di dalam hati setiap pemain dan pendukung setianya. (bbc/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *