Tembok Hijau Besar Tiongkok: 66 Miliar Pohon Tumbuh Lebih Cepat dari Hutan Alami
Ilustrasi gurun di Tiongkok(AFP)

PROYEK ambisius Tiongkok dalam memerangi desertifikasi, yang dikenal sebagai “Tembok Hijau Besar” (Great Green Wall), mencatatkan pencapaian signifikan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 66 miliar pohon telah ditanam di sepanjang wilayah utara negara tersebut untuk menahan perluasan Gurun Gobi.

Temuan menarik muncul dari pengamatan satelit dan studi lapangan yang menunjukkan bahwa pohon-pohon di kawasan hutan buatan ini tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan hutan alami di wilayah sekitarnya. Fenomena ini memicu diskusi baru di kalangan ilmuwan mengenai efektivitas intervensi manusia dalam restorasi ekosistem skala besar. Demikian dilansir dari Live Science, Kamis (2/7).

Pertumbuhan Pesat di Lahan Kritis

Proyek yang dimulai sejak akhir 1970-an ini bertujuan untuk menciptakan sabuk hijau sepanjang 4.500 kilometer. Meskipun awalnya banyak diragukan karena risiko monokultur dan tingkat kelangsungan hidup bibit yang rendah, data menunjukkan bahwa vegetasi yang berhasil beradaptasi kini menunjukkan produktivitas yang tinggi.

Beberapa faktor yang diidentifikasi mendukung pertumbuhan cepat ini antara lain:

  • Seleksi Spesies: Penggunaan spesies yang tahan kekeringan dan memiliki pertumbuhan cepat.
  • Manajemen Intensif: Intervensi manusia dalam bentuk pemupukan awal dan perlindungan dari penggembalaan ternak.
  • Perubahan Pola Curah Hujan: Adanya indikasi bahwa peningkatan tutupan hijau mulai memengaruhi mikroklimat lokal, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan vegetasi lebih lanjut.

Tantangan Ekologis dan Keberlanjutan

Meskipun pertumbuhan cepat ini terlihat sebagai keberhasilan teknis, para ahli lingkungan tetap memberikan catatan kritis. Hutan yang tumbuh lebih cepat dari hutan alami sering kali membutuhkan konsumsi air yang lebih besar. Di wilayah yang secara alami gersang, hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan permukaan air tanah dalam jangka panjang.

Selain itu, kecepatan tumbuh tidak selalu berbanding lurus dengan kesehatan ekosistem secara keseluruhan. Hutan alami memiliki struktur biodiversitas yang lebih kompleks dibandingkan hutan tanaman. Oleh karena itu, tantangan berikutnya bagi Tiongkok adalah memastikan bahwa “tembok” ini tidak hanya hijau secara visual, tetapi juga stabil secara ekologis.

Catatan Redaksi: Data mengenai jumlah pohon dan laju pertumbuhan ini bersumber dari laporan publikasi ilmiah dan pemantauan satelit yang dirangkum dalam konteks operasional proyek restorasi lahan Tiongkok tahun 2024-2026.

Dampak Global

Keberhasilan Tiongkok dalam menanam 66 miliar pohon menjadi referensi bagi proyek serupa di belahan dunia lain, seperti Great Green Wall di Afrika. Pencapaian ini membuktikan bahwa dengan komitmen politik dan sumber daya yang masif, pemulihan lahan kritis dalam skala kontinental bukanlah hal yang mustahil, meski tetap memerlukan penyesuaian terhadap daya dukung air setempat. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *