
Timnas Belgia nyaris mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 lebih cepat. Namun ketika waktu hampir habis dan harapan mulai memudar, sang kapten Youri Tielemans tampil sebagai penyelamat yang mengantar Red Devils lolos ke babak 16 besar.
Gelandang Aston Villa itu menjadi penentu kemenangan dramatis Belgia 3-2 atas Senegal lewat eksekusi penalti pada menit ke-125 dalam laga babak 32 besar di Seattle, Amerika Serikat, Kamis (2/7) dini hari WIB. Gol tersebut menutup kebangkitan luar biasa Belgia yang sempat tertinggal dua gol hingga lima menit menjelang waktu normal berakhir.
Pelatih Belgia Rudi Garcia memberikan pujian khusus kepada Tielemans yang tetap tenang di bawah tekanan.
“Yang paling penting adalah Youri memiliki ketenangan dan kualitas. Dia punya pengalaman untuk mengambil penalti seperti itu, padahal situasinya sama sekali tidak mudah,” kata Garcia.
Eksekusi penalti sempat tertunda karena para pemain Senegal mengerumuni titik putih untuk memprotes keputusan wasit. Namun Tielemans tetap fokus dan mengirim bola ke gawang tanpa memberi peluang kepada kiper lawan.
“Pada kedudukan 2-2 di menit ke-120, ketika fisiknya sudah sangat lelah, mengambil penalti seperti itu bukan pekerjaan mudah. Tetapi dia berhasil melakukannya. Dialah yang membawa kami ke babak 16 besar. Selamat untuk kapten kami. Saya pikir dia tampil luar biasa,” lanjut Garcia.
Sebelum drama itu terjadi, Belgia tampak berada di ambang eliminasi. Habib Diarra membawa Senegal unggul lebih dulu setelah memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Ismaila Sarr yang membentur tiang.
Sarr kemudian menggandakan keunggulan sekaligus menyamai rekor Roger Milla sebagai pemain Afrika dengan gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia, yakni empat gol.
Namun Belgia menolak menyerah. Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan sebelum Tielemans mencetak gol penyama kedudukan hanya beberapa menit berselang untuk memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Momentum tersebut menjadi titik balik bagi generasi terakhir Belgia yang masih diperkuat nama-nama seperti Lukaku, Kevin De Bruyne, dan Thibaut Courtois.
“Saat tertinggal 2-0 lalu mampu menyamakan skor menjadi 2-2, kepercayaan diri tim langsung meningkat. Perjalanan kami berlanjut,” kata Garcia.
“Momen seperti ini membuat seluruh tim semakin solid. Para pemain belajar bahwa selama peluit akhir belum berbunyi, apa pun masih bisa terjadi,” lanjutnya.
Belgia selanjutnya akan tetap berada di Seattle untuk menghadapi Amerika Serikat pada babak 16 besar. (E-3)
