
KEBAKARAN di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus meluas hingga mencapai area seluas 15 hektare. Selain kerugian materiil, kepulan asap tebal dari gunungan sampah membuat masyarakat terjangkit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melaporkan sebanyak 154 warga terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat terpapar asap kebakaran. Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengungkapkan bahwa mayoritas pasien yang terdampak adalah kelompok rentan.
“Ada 154 orang, tetapi berobat jalan semua dan sudah diobati. Sebagian besar pasien merupakan balita dan ibu hamil yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran,” ujar Hendra pada Kamis (2/7/2026).
Hendra menambahkan, dari total pasien tersebut, terdapat satu orang ibu hamil yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan yang cukup serius. Untuk menangani dampak kesehatan ini, Dinkes telah menyiagakan 25 tenaga kesehatan (nakes) yang tersebar di empat posko kesehatan di sekitar lokasi TPA.
Sejauh ini, dampak asap paling dirasakan oleh warga di tiga kecamatan, yakni Mauk, Rajeg, dan Sukadiri. Namun, seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang kini dalam posisi siaga guna mengantisipasi pergerakan asap yang mengikuti arah angin ke wilayah lain.
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengoptimalkan operasi pemadaman untuk melokalisasi api. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyatakan bahwa pihaknya menerapkan strategi pemadaman darat dan udara secara simultan.
Untuk jalur darat, petugas membuka jalur khusus atau “jalan terobos” agar armada pemadam kebakaran dapat menjangkau titik api di tengah tumpukan sampah. Saat ini, sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai sektor telah dikerahkan ke lokasi.
Selain pemadaman darat, BNPB juga memaksimalkan penggunaan dua helikopter water bombing untuk menyiramkan air dari udara. Langkah ini diambil untuk memadamkan kobaran api di puncak tumpukan sampah yang sulit dijangkau oleh selang pemadam darat.
“Kami terus mengoptimalkan pemadaman. Sore ini kedua helikopter akan melakukan penyiraman lagi untuk meminimalkan kobaran api yang masih tersebar,” pungkas Djohan. (Ant/H-4)
