Doktor FTUI Hadirkan Inovasi Aspal Buton dan Oli Bekas
Doktor Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik (DTSL FTUI), Andi Muhammad Ifrad.(ANTARA/HO-Humas UI)

DOKTOR dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTSL FTUI), Andi Muhammad Ifrad, berhasil mengembangkan inovasi formula campuran aspal termodifikasi. Penelitian ini memanfaatkan material lokal aspal alam dari Pulau Buton yang dikombinasikan dengan limbah oli bekas untuk memperkuat infrastruktur jalan nasional.

“Lewat penelitian ini, saya ingin menunjukkan bahwa aspal alam Pulau Buton memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai material unggulan nasional,” ujar Andi Muhammad Ifrad di Kampus UI Depok, Kamis (3/7).

Inovasi ini menawarkan solusi infrastruktur jalan yang lebih tahan lama dan adaptif terhadap iklim tropis Indonesia. Selain meningkatkan performa perkerasan jalan guna menekan biaya pemeliharaan, penggunaan limbah oli bekas juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.

Optimalisasi Potensi Lokal

Indonesia diketahui memiliki cadangan aspal alam terbesar di dunia yang berlokasi di Pulau Buton. Namun, hingga saat ini sumber daya tersebut belum teroptimalkan secara maksimal. Riset Andi hadir untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan industri konstruksi terhadap material aspal impor.

Inti dari inovasi ini terletak pada penggabungan aspal Buton dengan aditif elastomerik dan limbah oli bekas. Penambahan limbah oli tersebut berfungsi meningkatkan fleksibilitas, stabilitas, serta ketahanan aspal terhadap deformasi (perubahan bentuk). Hasilnya, campuran aspal ini lebih unggul dalam menahan beban lalu lintas berat dan stabil di bawah suhu tinggi khas wilayah tropis.







Komponen Inovasi Fungsi & Manfaat
Aspal Alam Pulau Buton Pemanfaatan material lokal unggulan nasional.
Limbah Oli Bekas & Aditif Meningkatkan fleksibilitas dan stabilitas campuran.
Metodologi FEM Simulasi komputer untuk prediksi kinerja jangka panjang yang akurat.

Capaian Akademik Summa Cum Laude

Dalam sidang terbuka promosi doktornya, Andi mempresentasikan disertasi berjudul “Response Surface Methodology dalam Pemodelan Karakteristik Reologi Aspal Alam Pulau Buton Termodifikasi Berdasarkan Tinjauan Rutting dan Modulus Resilien.”

Berkat riset yang menggabungkan pengujian laboratorium dengan simulasi komputer berbasis Finite Element Method (FEM) ini, Andi berhasil meraih gelar Doktor dengan IPK sempurna 4,00 dan predikat Summa Cum Laude. Ia tercatat sebagai Doktor ke-92 di DTSL dan Doktor ke-661 di FTUI.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penelitian ini adalah contoh nyata bagaimana riset keteknikan dapat memberikan kontribusi konkret bagi kemandirian industri konstruksi dan penguatan daya saing bangsa.

Catatan Prestasi: Andi Muhammad Ifrad lulus dengan IPK 4,00 (Summa Cum Laude) dan menghadirkan metodologi original yang mengintegrasikan data lab dengan simulasi digital untuk perencanaan jalan yang lebih efektif.

(Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *