PBB Peringatkan Krisis Keuangan UNRWA Ancam Jutaan Pengungsi Palestina
Warga Tepi Barat Palestina.(Al Jazeera)

SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memberikan peringatan keras pada Selasa (30/6) waktu setempat mengenai situasi badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, yang dinilai semakin genting. Guterres menyatakan bahwa mata pencaharian jutaan orang kini berada dalam risiko besar akibat krisis keuangan yang melanda lembaga tersebut.

Dalam konferensi donor untuk UNRWA, Guterres menegaskan bahwa pemotongan pendanaan lebih lanjut dapat mendorong kondisi kemanusiaan melampaui titik kritis. Sejak awal tahun ini, UNRWA telah terpaksa mengurangi skala operasinya karena kekurangan dana yang signifikan.

“Saat kita bertemu di sini hari ini, keselamatan dan kesejahteraan jutaan pengungsi Palestina sedang dipertaruhkan,” ujar Guterres di hadapan para donor.

Guterres menyoroti kondisi kehidupan yang sangat mengerikan di Jalur Gaza, kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat, serta serangan Israel di Libanon. Ia menyebut UNRWA menghadapi pembatasan menyeluruh di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina, ditambah kekurangan uang tunai yang membahayakan kerja kemanusiaan mereka di seluruh kawasan.

Lebih lanjut, Sekjen PBB mengaku sangat terkejut dengan upaya berkelanjutan untuk meminggirkan dan merusak UNRWA. Ia merujuk pada berbagai kampanye disinformasi, tindakan legislatif, pembatasan operasional, hingga hambatan diplomatik yang ditujukan kepada badan tersebut.

Sebagai informasi, Israel telah lama menentang UNRWA, lembaga yang dibentuk oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1949. Kritik tersebut semakin intensif setelah serangan 7 Oktober 2023, karena Israel menuduh sejumlah karyawan UNRWA terlibat dalam serangan tersebut.

Catatan Redaksi: UNRWA merupakan tulang punggung bantuan kemanusiaan bagi jutaan pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Libanon, dan Suriah. Krisis pendanaan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus memburuk di kawasan tersebut. (AFP/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *