
KEBIASAAN hidup sehat yang dijalani Jane Tanuwijaya sejak kecil menjadi awal mula lahirnya Casa Grata. Jane tumbuh di keluarga yang memiliki berbagai riwayat penyakit, sehingga keluarganya terbiasa mengonsumsi makanan sehat.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Jane bersama tim mendirikan usaha camilan sehat pada 2018 dengan nama Taste Home. Setahun kemudian, usaha itu berganti nama menjadi Casa Grata.
Ia menjelaskan Casa Grata merupakan produsen camilan sehat dengan seluruh produknya berkonsep gluten free dan vegan atau berbahan nabati. Nama Casa Grata sendiri diambil dari bahasa Spanyol yang berarti grateful house atau rumah yang selalu bersyukur.
“Kita mau orang tetap bisa enjoy makan snack yang sehat,” kata Jane saat ditemui di rumah produksi Casa Grata di Jelambar, Jakarta Barat, belum lama ini.
Jane meyakini perubahan menuju pola hidup sehat tidak harus dilakukan secara drastis. Menurutnya, langkah kecil seperti mulai memilih camilan yang lebih sehat sudah bisa menjadi awal untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih baik.
Melalui Casa Grata, ia ingin mendorong masyarakat lebih menghargai dan mensyukuri kehidupan dengan mengambil keputusan-keputusan sederhana yang berdampak positif bagi kesehatan, salah satunya melalui pilihan makanan yang dikonsumsi setiap hari.
“Lewat produk ini, kami mau orang lebih menghargai kehidupan dengan memilih snack yang sehat. Itu visi kami,” tegasnya.
Berawal dari Pengalaman Pribadi Inspirasi membangun Casa Grata sepenuhnya berasal dari kehidupan pribadi keluarga. Sang ibu merupakan penyintas kanker, ayahnya pernah menjalani pemasangan ring jantung, sementara saudara-saudaranya mengalami intoleransi laktosa dan gluten.
“Jadi, sehari-hari kami sekeluarga mengonsumsi makanan sehat,” kata Co-Founder dan CEO Casa Grata itu.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Jane mengaku sudah terbiasa mengonsumsi nasi merah, nasi hitam, lentil, dan berbagai makanan sehat karena kondisi kesehatan anggota keluarganya.
“Sebenarnya produk ini diangkat dari pengalaman pribadi,” kata Jane.
Berawal dari membuat camilan untuk dikonsumsi sendiri, Jane kemudian membagikannya kepada orang-orang terdekat. Di luar dugaan, produk tersebut mendapat sambutan yang positif.
“Respons dari kerabat dekat itu positif pas cobain snack yang kami buat,” katanya.
Pasar pertama yang mereka bidik adalah Bali. Menurut Jane, masyarakat di Bali, terutama wisatawan mancanegara, sudah lebih akrab dengan produk gluten free dan camilan sehat. Setelah mendapat respons yang baik di Bali, Casa Grata mulai memperluas pemasaran ke Jakarta sembari terus mengedukasi masyarakat mengenai pilihan camilan yang lebih sehat.
Jane menjelaskan, produk pertama Casa Grata yang diluncurkan adalah crackers dengan tiga varian rasa, yakni herbs, sesame, dan sea salt. Seluruh produk dibuat menggunakan bahan dasar almond dan kacang mede.
“Jadi brand kita itu pastinya semua produk kita gluten free,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh produk telah melalui pengujian laboratorium, dipanggang tanpa digoreng, serta tidak menggunakan bahan pengawet maupun perasa buatan.
Naik Kelas dengan Dukungan BRI
Perjalanan Casa Grata berkembang semakin pesat setelah mengikuti berbagai program pemberdayaan UMKM dari BRI.
Pada 2024, Casa Grata berhasil masuk dalam Top 20 Pengusaha Muda Brilian (PMB) yang diselenggarakan BRI. Perusahaan ini juga meraih penghargaan Best Participant dalam program inkubasi Growpreneur.
Selain itu, Casa Grata turut mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2023 dan BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Berbagai kegiatan tersebut membuka peluang promosi hingga memperluas jaringan bisnis, termasuk kesempatan mengikuti pameran di Singapura.
“Program-program BRI banyak banget membantu usaha Casa Grata naik kelas,” kata Jane.
Sebelum mengikuti berbagai pameran, Casa Grata lebih dahulu menjalani proses kurasi dan inkubasi melalui program Growpreneur by BRI selama sekitar dua hingga tiga bulan.
Jane mengaku banyak mendapatkan ilmu baru dari para mentor, mulai dari strategi pemasaran hingga pengembangan kemasan produk.
“Saya juga menambah pengetahuan bagaimana membuat packaging yang menarik,” ucapnya.
Berbagai pameran yang diikuti melalui BRI juga membuka kesempatan bertemu calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.
“Dari expo tersebut, usaha kami makin berkembang,” kata Jane.
Membuka Jalan Ekspor
Keikutsertaan dalam pameran internasional yang difasilitasi BRI menjadi titik penting bagi Casa Grata dalam memasuki pasar ekspor. Jane menyebut ajang Food & Hotel Asia (FHA) & Beverage di Singapura pada 2025 menjadi momentum yang mempertemukan Casa Grata dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Melalui dukungan BRI berupa pelatihan, kurasi produk, promosi, hingga pendampingan bisnis, Casa Grata mulai memperluas pasar internasional secara bertahap.
Produk Casa Grata pertama kali diekspor ke Malaysia. Setelah itu, produknya mulai masuk ke Singapura, Korea Selatan, Australia, hingga Kanada dalam skala business to consumer (B2C). Sejak tahun lalu, Casa Grata juga telah memiliki reseller di Malaysia dan Singapura.
“Belakangan ini kita sudah ada reseller ke Malaysia sama Singapura,” kata Jane.
Menurutnya, reseller di Singapura diperoleh setelah bertemu langsung dengan pembeli saat mengikuti pameran Food & Hospitality Asia.
Selain Singapura, Casa Grata juga memperoleh kesempatan mengikuti pameran di Santiago, Chile, melalui dukungan BRI. Jane menilai tren gaya hidup sehat yang berkembang secara global membuat produk Casa Grata lebih mudah diterima di berbagai negara.
“Dan syukurnya produk kami diterima sama pasar di sana,” katanya.
Terus Berinovasi
Seiring berkembangnya usaha, Casa Grata terus memperluas lini produknya. Pada 2021, perusahaan menambah varian crackers dengan rasa onion, cajun, dan cinnamon. Ketiga varian tersebut dikembangkan setelah melalui proses riset dan pengembangan (R&D) untuk menghadirkan rasa yang lebih kaya.
Kemudian pada 2024, Casa Grata meluncurkan produk cookies dengan empat varian rasa, yaitu chocolate, caramel, dates atau kurma, serta satu varian gurih bernama Salciz.
“Ini produk-produk yang kita kembangkan,” ujar Jane.
Casa Grata juga mulai masuk ke jaringan ritel modern. Saat ini produk tersedia dalam dua ukuran, yakni 20 gram dengan harga Rp17.000 dan 70 gram seharga Rp38.000.
Omzet Meningkat
Berbagai program pendampingan dan pameran yang diikuti bersama BRI memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha. Jane mengungkapkan omzet Casa Grata meningkat sekitar 30% dibandingkan sebelum mengikuti program-program tersebut.
“Ada peningkatan omzet berkat BRI,” katanya.
Meski mengakui bisnis memiliki pasang surut, Casa Grata pernah mencatat penjualan tertinggi sekitar 17 ribu kemasan dalam satu proyek. Saat ini produk Casa Grata telah dipasarkan di berbagai kota, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Bandung, Riau, hingga Jayapura.
Di Jakarta, produk tersedia di Food Hall dan berbagai toko makanan sehat, sementara di Bali juga dipasarkan di sejumlah resor dan kafe.
Membidik Pasar Lebih Luas
Ke depan, Jane berharap Casa Grata dapat terus mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi BRI karena dinilai memberikan manfaat besar bagi pengembangan usaha.
“Yang pasti kita sih happy bisa ikut terus expo dari BRI,” katanya.
Menurut Jane, program pendampingan tidak hanya memperluas jaringan pasar, tetapi juga membantu pelaku UMKM kembali mengingat visi, misi, nilai perusahaan, hingga memahami kebutuhan pelanggan.
“Jadi, pentingnya konsisten menjaga value bisnis kita,” kata Jane.
Ia menilai tren camilan sehat akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan setelah pandemi covid-19.
Saat ini Casa Grata tengah mempersiapkan ekspansi kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor. Australia menjadi salah satu negara yang dibidik karena memiliki potensi pasar yang besar, meski persaingannya juga sangat ketat.
“Karena market di Australia itu udah mateng di sana,” ucap Jane.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, Casa Grata juga terus memperkuat berbagai sertifikasi, termasuk telah mengantongi sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points), sebagai salah satu syarat untuk memperluas pasar ekspor.
Jane menyadari keberhasilan ekspor tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga kesiapan logistik, distributor, hingga kemampuan menemukan mitra bisnis yang tepat di setiap negara tujuan.
Camilan Lezat
Tania membagikan pengalamannya setelah mencoba Casa Grata Baked Vegan Crackers. Dalam ulasan yang diunggahnya, ia mengaku terkesan dengan cita rasa camilan tersebut yang dinilai lezat sekaligus lebih sehat. Dari beberapa varian yang dicoba, rasa Herbs dan Onion & Garlic menjadi favoritnya karena memiliki perpaduan bumbu yang pas dan tidak membuat enek saat dinikmati.
Menurutnya, yang membuat camilan ini menarik bukan hanya rasanya yang enak, tetapi juga karena bisa menjadi pilihan ngemil yang lebih sehat. Dengan begitu, ia merasa lebih nyaman menikmati camilan tanpa dihantui rasa bersalah.
“Asli ini sih memang enak banget, plus bonus sehat dan ga bikin gendut,” terangnya.
Ia mengaku paling menyukai varian Herbs** dan Onion & Garlic. Kedua rasa tersebut dinilai memiliki perpaduan bumbu yang seimbang, sehingga tidak terasa berlebihan di lidah. Bumbu rempah pada varian Herbs memberikan sensasi gurih yang ringan, sementara Onion & Garlic menghadirkan kombinasi bawang yang lebih kaya tanpa meninggalkan rasa yang mengganggu.
Bagi Tania, rasa yang dihadirkan Casa Grata terasa pas dan tidak membuat cepat bosan. Karena itu, camilan tersebut cocok dinikmati kapan saja, baik saat bekerja, bersantai di rumah, maupun sebagai teman bepergian.
“Favorit banget yang rasa Herbs n Onion Garlic. Rasanya pas ga bikin enek, cocok banget nih bagi yang suka ngemil,” katanya.
Menurutnya, produk ini menjadi alternatif yang menarik dibandingkan camilan konvensional yang umumnya tinggi minyak atau terasa terlalu berat. Tania pun memberikan rekomendasi kepada siapa pun yang gemar ngemil tetapi ingin mencari pilihan yang lebih sehat.
“Ini recommended banget,” tutupnya. (E-4)
