
PELATIH Maroko Mohamed Ouahbi mengatakan timnya kini mendapatkan rasa hormat setelah menyingkirkan Belanda lewat adu penalti pada laga Belanda vs Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6).
Maroko melaju ke babak 16 besar setelah menang 3-2 dalam adu penalti seusai bermain imbang 1-1. Pada fase berikutnya, mereka akan menghadapi tuan rumah bersama Kanada.
Ismael Saibari menjadi penentu kemenangan setelah kiper Yassine Bounou menggagalkan penalti Crysencio Summerville.
“Maroko sekarang telah mendapatkan rasa hormat dari semua orang. Sekarang kami telah menunjukkannya,” kata Ouahbi dikutip dari CNA.
Ouahbi yang sebelumnya menangani tim U-20 Maroko mengatakan timnya bermain dengan motivasi yang lebih besar dari sekadar mengejar kemenangan.
“Mereka tahu ada jutaan orang di belakang mereka. Itu memberi energi untuk tidak menyerah dan terus percaya pada diri sendiri,” ujarnya.
Ia juga menilai Maroko tampil dominan sepanjang pertandingan meski kemenangan harus ditentukan lewat adu penalti.
“Kami menguasai pertandingan,” sebutnya.
Menurut Ouahbi, pendekatan bertahan yang diterapkan Belanda justru menjadi tanda meningkatnya posisi Maroko di level dunia.
“Saya melihat cara bermain seperti ini sebagai bentuk rasa hormat,” katanya.
Ouahbi menambahkan keberhasilan mencapai semifinal Piala Dunia 2022 telah membangun kepercayaan diri para pemain dan pendukung Maroko.
Menjelang laga melawan Kanada di babak 16 besar, ia tetap percaya diri namun mengingatkan timnya untuk tidak lengah. (H-4)
