
IBU hamil sering kali merasakan keinginan untuk buang air kecil yang lebih intens, bahkan terkadang hingga kesulitan menahannya. Fenomena ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Perempuan, Fungsional, dan Neurologi, Prof. Harrina Erlianti Rahardjo, sebagai kondisi medis yang dipengaruhi oleh faktor fisik dan hormonal.
Prof. Harrina menjelaskan bahwa seiring dengan pertumbuhan janin di dalam kandungan, posisi rahim yang berada tepat di belakang kandung kemih memberikan tekanan tambahan. Hal inilah yang memicu peningkatan sensitivitas kandung kemih.
“Ada bayi di dalam rahim, ini membuat salah satu tekanan perut lebih membesar. Ada tekanan di kandung kemih sehingga bisa membuat mengompol,” ujar Prof. Rina dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Selain faktor tekanan fisik dari janin, perubahan hormon selama masa kehamilan juga memegang peranan penting. Perubahan ini berdampak pada meningkatnya risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada ibu hamil.
“Sering terjadi pada perempuan hamil adalah infeksi saluran kemih karena perubahan hormon dan lain-lain,” tambah lulusan kedokteran umum Universitas Indonesia tersebut.
Ia mengimbau para ibu hamil yang merasakan keluhan berat, seperti kesulitan menahan keinginan berkemih atau mengompol yang parah, untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Langkah ini sangat penting guna mencegah komplikasi lebih lanjut akibat ISK selama masa kehamilan.
Pentingnya Diagnosis yang Tepat
Masalah gangguan berkemih dan dasar panggul sering kali dianggap sebagai hal yang lumrah atau bagian normal dari proses penuaan dan pasca-persalinan. Padahal, tanda-tanda seperti anyang-anyangan atau frekuensi buang air kecil setiap 30 hingga 60 menit merupakan indikasi adanya gangguan yang memerlukan penanganan medis.
Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM, menekankan bahwa keterlambatan diagnosis sering terjadi karena pasien menganggap kondisi tersebut normal. Padahal, diagnosis yang akurat sangat diperlukan untuk menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi klinis pasien.
“Kami melihat masih banyak masyarakat yang hidup dengan gangguan kandung kemih dan dasar panggul tanpa mendapatkan diagnosis maupun terapi yang tepat,” kata dr. Grace.
Gejala Gangguan Berkemih yang Perlu Diwaspadai:
- Anyang-anyangan atau rasa tidak tuntas setelah berkemih.
- Kesulitan menahan keinginan buang air kecil (urgensi).
- Frekuensi berkemih yang sangat tinggi (setiap 30-60 menit).
- Mengompol atau rembesan urine yang tidak terkendali.
(Ant/H-3)
