Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
ilustrasi(Antara)

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap terjaga kokoh di tengah situasi ketidakpastian global yang penuh tantangan. Indikator makroekonomi nasional menunjukkan kinerja yang kuat, yang menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi internasional.

“Di tengah situasi global yang penuh tantangan, indikator makro ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja yang kuat. Berbagai tantangan yang kita hadapi dapat diatasi karena fundamental ekonomi nasional tetap terjaga dengan baik,” ujar Susiwijono dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/6).

 

Susiwijono memaparkan sejumlah data optimistis yang mencerminkan resiliensi ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen. Sementara itu, inflasi pada Mei 2026 terkendali di level 3,08 persen, tetap berada dalam sasaran pemerintah.

Indikator pendukung lainnya juga menunjukkan tren positif, di antaranya:

  • Indeks Keyakinan Konsumen: Berada di level optimistis.
  • PMI Manufaktur: Berada di level ekspansi (level 50).
  • Cadangan Devisa: Mencapai 144,9 miliar dolar AS, setara dengan 5,6 bulan impor.
  • Realisasi Investasi: Pada triwulan I 2026 hampir menyentuh angka Rp500 triliun.

Strategi Akselerasi dan Sektor Prioritas

Pemerintah terus mengoordinasikan berbagai sektor prioritas dan inisiatif strategis untuk mendukung akselerasi pertumbuhan. Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan kemudahan berusaha, penguatan sektor prioritas nasional, pengembangan ekonomi digital, hilirisasi industri, serta ketahanan pangan dan energi.

Selain itu, pemerintah aktif memperluas akses pasar internasional melalui penyelesaian perjanjian perdagangan strategis seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk nasional dan membuka peluang ekspor yang lebih luas.

Penguatan Investasi dan SDM

Dari sisi investasi, pemerintah fokus pada perbaikan iklim usaha melalui deregulasi dan debottlenecking hambatan perizinan. Upaya ini dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program vokasi dan magang guna menjembatani kebutuhan industri dengan tenaga kerja kompeten.

Terkait stabilitas moneter, Susiwijono menjelaskan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Kebijakan ini mewajibkan devisa dari sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan masuk ke sistem keuangan domestik untuk memperkuat likuiditas valas dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

Susiwijono menekankan pentingnya membangun kepercayaan investor. “Fundamental ekonomi kita sebenarnya sangat kuat. Jika ada isu terkait trust, kita perlu bersama-sama menjelaskan kondisi sebenarnya dan membangun optimisme ke depan,” tutupnya. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *