
SERANGKAIAN serangan brutal dilakukan oleh puluhan pemukim Israel di sejumlah desa di Tepi Barat, Palestina, sepanjang akhir pekan ini. Berdasarkan laporan saksi mata dan rekaman video, para pemukim membakar lahan pertanian warga Palestina, merusak rumah, memutus kabel listrik, hingga menyerang penduduk setempat.
Pada Sabtu (27/6), serangan dilaporkan terjadi di pinggiran desa Burqa, dekat Ramallah. Para pemukim membakar kebun zaitun yang terletak dekat dengan pemukiman warga.
Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan asap tebal membumbung dari lahan pertanian tersebut. Insiden ini memicu bentrokan setelah pemuda Palestina terlihat melemparkan batu ke arah pemukim sebagai bentuk perlawanan.
Tentara Israel (IDF) kemudian menggerebek desa tersebut dan dilaporkan menangkap 10 warga Palestina. Serangan pembakaran serupa juga dilaporkan terjadi di desa Jalud, Kafr Malik, dan Turmus Ayya di wilayah Tepi Barat tengah.
Vandalisme dan Pemutusan Fasilitas Umum
Di desa Sinjil, warga melaporkan bahwa pemukim merusak suatu rumah di pinggiran desa. Menurut penduduk, ini merupakan serangan keempat yang menyasar properti yang sama. Sementara itu, di Khallet al-Hummus, perbukitan Hebron selatan, pemukim terekam memutus kabel listrik pada Sabtu dini hari.
Masalah akses air juga menjadi sasaran. Di desa Qusra, lebih dari 10 rumah kehilangan pasokan air setelah pemukim memutus pipa-pipa air pada Jumat. Upaya aktivis hak asasi manusia untuk memperbaiki pipa air di Khirbat al-Tannur, dekat Nablus, juga dihalangi oleh tentara Israel yang mengeluarkan perintah zona militer tertutup.
Intimidasi di Wilayah Otoritas Palestina
Serangan juga merambah ke wilayah yang berada di bawah kendali Otoritas Palestina (Area A). Di desa Ein ad-Duyuk, pemukim terlihat menggembalakan domba di lahan pribadi milik warga Palestina. Mereka baru menarik diri setelah pasukan keamanan tiba di lokasi.
Di desa Taybeh, seorang aktivis hak asasi manusia dilaporkan dipukul di bagian wajah oleh seorang pemukim bermasker saat mencoba mendokumentasikan aksi pemukim yang menggembalakan ternak di halaman rumah warga.
Pihak pemukim mengeklaim bahwa beberapa aksi pembakaran dilakukan oleh warga Palestina sendiri. Namun bukti lapangan menunjukkan pergerakan massa pemukim yang sering kali berada di bawah perlindungan pasukan Israel. Praktik ini membuat warga lokal Palestina terpaksa tetap berada di dalam rumah karena ketakutan akan keselamatan mereka.
Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan pada 28 Juni pukul 14.00 waktu setempat, situasi di beberapa titik di Tepi Barat masih tegang dengan kehadiran militer yang intensif. (Haaretz/I-2)
