
AGENDA Konsolidasi Nasional Konferensi Republik bertajuk “Jalan Menata Kembali Republik” yang dijadwalkan berlangsung di Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta Pusat, dibatalkan mendadak pada Minggu dini hari (28/6/2026). Kendati penggunaan ruangan dibatalkan, panitia memutuskan forum konsolidasi masyarakat sipil tersebut tetap berjalan penuh melalui format daring.
Ketua Pelaksana Konsolidasi Nasional Konferensi Republik, Ahmad Mujahid, menjelaskan bahwa panitia telah menempuh seluruh tahapan prosedur administrasi resmi yang dipersyaratkan oleh pihak universitas sejak 19 Juni 2026.
“Kami telah bersurat resmi, beraudiensi langsung dengan Dekanat Fakultas Kedokteran UI, dan memperoleh konfirmasi tertulis. Bahkan pada 24 Juni kami menerima surat tugas untuk petugas fakultas lengkap dengan rincian biaya sewa tempat, serta instalasi fisik di dalam venue sudah terpasang sepenuhnya. Namun pada pukul 01.00 WIB dini hari tadi, kami menerima pemberitahuan resmi pembatalan sepihak,” ujar Mujahid melalui keterangannya, Minggu (28/6/2026).
Panitia pelaksana memilih menyikapi pembatalan mendadak tersebut dengan menahan diri. Menurut penilaian mereka, perubahan keputusan yang sangat singkat itu tidak berangkat dari keinginan internal birokrasi kampus, melainkan adanya intervensi atau dinamika eksternal yang berada di luar kendali manajemen UI.
“Kami datang tidak membawa senjata. Lalu mengapa sebuah forum gagasan harus dicurigai?” ujar Wakil Ketua Umum Konferensi Republik Jaleswari Pramodhawardhani.
Sekretaris Jenderal Konferensi Republik Yanuar Nugroho mempertanyakan alasan di balik pelarangan diskusi publik. Ia menilai ruang publik saat ini terlalu didominasi oleh isu kepentingan kekuasaan dan jabatan, sehingga perdebatan konseptual tentang masa depan Indonesia justru absen.
Ketua Umum Panitia Konferensi Republik, Sudirman Said, menempatkan insiden pembatalan ini sebagai indikasi adanya upaya pemantik rasa takut di ruang publik yang harus dilawan secara intelektual. Ia mengingatkan kembali pidato Mohammad Hatta pada Hari Alumni UI 11 Juni 1957 silam di kampus yang sama, mengenai bahaya mengganti demokrasi dengan kediktatoran di tengah krisis kepercayaan pimpinan negara.
“Jangan takut untuk terus bersuara. Pintu ruangan bisa dikunci, tetapi gagasan tidak bisa dibatasi,” kata mantan Menteri ESDM tersebut.
Sebagai langkah solutif, forum raker nasional dipindahkan sepenuhnya ke ruang virtual berbasis Zoom yang dimulai serentak pada pukul 13.00 WIB bagi seluruh peserta terdaftar. Konferensi Republik sendiri merupakan kelanjutan dari gerakan konsolidasi masyarakat sipil yang sebelumnya sukses diselenggarakan pertama kali di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 30 Mei 2026 lalu. (H-3)
