
BPBD Kabupaten Indramayu bersiap menghadapi musim kemarau tahun ini. Kerjasama dengan PDAM dilakukan untuk menyuplai air bersih di daerah yang mengalami krisis.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu, Agus Yani, menjelaskan bahwa BPBD bersiap menghadapi musim kemarau tahun ini. Salah satu bentuk kesiapan tersebut yaitu bekerja sama dengan PDAM Kabupaten Indramayu untuk menyiapkan pasokan air bersih.
“Air bersih akan disalurkan ke sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih di musim kemarau,” tutur Agus, Minggu (28/6).
Dijelaskan Agus kini armada mobil tangki maupun personilnya telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana di musim kemarau.
“Kami bersama PDAM juga sudah menyiapkan skenario penanggulangan bencananya,” jelas Agus.
Selanjutnya bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih diminta untuk segera melaporkan ke BPBD dan pihaknya akan langsung mengirimkan air bersih yang dipasok PDAM menggunakan mobil tangki BPBD ke wilayah terdampak.
Terlebih, lanjut Agus, berdasarkan prakiraan dari BMKG mengungkapkan bahwa musim kemarau pada tahun ini datang lebih awal, dan curah hujannya diperkirakan lebih rendah dibanding kondisi normal.
“BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau berlangsung selama Juli – September 2026, sehingga kami menyiapkan langkah antisipasinya dari jauh-jauh hari,” tutur Agus.
Hingga kini, BPBD Kabupaten Indramayu juga belum menerima laporan terkait wilayah yang terdampak kekeringan, dan mengalami krisis air bersih, sehingga belum mulai mendistribusikan bantuan air bersih.
“Namun kami sudah bersiaga, sehingga personel maupun sarana dan prasarana siap dikerahkan saat terjadi bencana kekeringan, meski tidak berharap bencana itu terjadi,” ungkap Yani.
Kabupaten Indramayu menjadi daerah yang rawan bencana, baik banjir di musim penghujan maupun kekeringan lahan pertanian maupun krisis air bersih di musim kemarau.
Berdasarkan data yang dihimpun wilayah yang rentan mengalami krisis air bersih di Kabupaten Indramayu diantaranya Desa Tegalurung dan Desa Balongan di Kecamatan Balongan dan Desa Pabeanilir serta Desa Totoran di Kecamatan Pasekan.
Sedangkan wilayah yang rawan kekeringan untuk lahan pertanian diantaranya tersebar di Kecamatan Kandanghaur, Kecamatan Krangkeng, Kecamatan Anjatan. Kecamatan Patrol, Kecamatan Sukra, Kecamatan Losarang, Kecamatan Kroya, Kecamatan Gantar, Kecamatan Haurgeulis dan Kecamatan Sindang. (UL)
