
RENCANA penerbitan Patriot Bond dan Merah Putih Bond oleh Danantara Indonesia perlu disikapi secara proporsional sebagai instrumen untuk memperkuat pembiayaan pembangunan nasional. Pengamat ekonomi dan kebijakan publik, Feiral Rizky Batubara, menekankan bahwa tujuan utamanya memobilisasi modal yang masuk ke dalam negeri.
Menurut Feiral, instrumen tersebut dirancang untuk meningkatkan partisipasi investasi, memperdalam pasar keuangan domestik, serta mendukung pendanaan proyek-proyek strategis nasional.
“Intinya adalah bagaimana menggerakkan modal domestik dan menarik dana masuk ke dalam sistem keuangan Indonesia. Tujuannya agar dana tersebut dapat dikelola menjadi instrumen investasi yang kredibel sekaligus mendukung agenda pembangunan dan transformasi ekonomi nasional,” kata Feiral, Jumat, 26 Juni 2026.
Perbedaan Mendasar dengan Tax Amnesty
Menanggapi kritik yang muncul, Feiral menegaskan bahwa Patriot Bond dan Merah Putih Bond tidak dapat disamakan dengan program pengampunan pajak (tax amnesty). Ia menjelaskan keduanya memiliki tujuan, mekanisme, dan karakteristik yang sangat berbeda.
“Tax amnesty adalah kebijakan yang berkaitan dengan pengungkapan aset dan penyelesaian kewajiban perpajakan dengan ketentuan tertentu. Sementara Patriot Bond merupakan instrumen investasi yang ditujukan untuk meningkatkan partisipasi modal publik dalam pembiayaan proyek dan program strategis. Jadi konteksnya berbeda,” ujarnya.
Tata Kelola dan Transparansi Jadi Kunci
Sejumlah pihak sempat menyuarakan kekhawatiran bahwa penerbitan kedua surat utang tersebut dapat memunculkan persepsi negatif di kalangan investor global hingga menimbulkan risiko reputasi bagi Danantara dan pasar keuangan nasional.
Namun, Feiral menilai kekhawatiran tersebut dapat dijawab melalui penerapan tata kelola yang kuat serta transparansi dalam pelaksanaan program. Menurutnya, kredibilitas Danantara sebagai lembaga investasi negara justru akan sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola yang diterapkan dalam setiap instrumen pembiayaan yang diterbitkan.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah agar terus melakukan sosialisasi secara komprehensif kepada masyarakat agar tujuan, mekanisme, dan manfaat dari Patriot Bond maupun Merah Putih Bond dapat dipahami secara utuh.
“Dalam hal ini, transparansi informasi akan menjadi faktor penting dalam menjawab keraguan publik sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap instrumen investasi baru tersebut,” pungkasnya. (I-2)
